Artikel Ilmiah : E1A017338 a.n. DWI ROSYID NURHUDA
| NIM | E1A017338 |
|---|---|
| Namamhs | DWI ROSYID NURHUDA |
| Judul Artikel | GUGATAN NAFKAH HADHANAH (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Semarang Nomor: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK GUGATAN NAFKAH HADHANAH (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Semarang Nomor: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg) Setiap perkawinan mempunyai tujuan, yaitu, untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Apabila tujuan perkawinan tidak dapat tercapai, maka terjadilah perceraian, yang berakibat pada status suami istri dan hadhanah. seperti salah satu perkara mengenai gugatan nafkah hadhanah yang terjadi di Pengadilan Agama Semarang Nomor: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugatan nafkah hadhanah pada Pengadilan Agama Semarang Nomor: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, dan data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Pengadilan Agama Semarang Nomor: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim yang digunakan dalam mengabulkan gugatan nafkah hadhanah mendasarkan pada Pasal 105 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam, yang menyatakan bahwa pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya, dan Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kemudian menurut peneliti, Hakim dalam mengabulkan gugatan nafkah hadhanah dapat menambahkan Pasal 105 huruf c Kompilasi Hukum Islam. Kata Kunci : Gugatan, Nafkah, Hadhanah |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT HADHANAH'S LIVELIHOOD LAWSUIT (Juridical Review of the Semarang Religious Court Decision Number: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg) Every marriage has the goal of forming a happy and eternal family. If the purpose of marriage cannot be achieved, then a divorce occurs, which results in the status of husband and wife and hadhanah. such as one of the cases of the hadhanah life claim that occurred at the Semarang Religious Court Number: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg. The problem in this research is regarding the basis of the judge's legal considerations in granting the hadhanah living claim at the Semarang Religious Court Number: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg. The method used in this research is normative juridical, prescriptive analysis research specifications, library study data collection techniques with inventory, and the collected data is then presented in the form of narrative texts and qualitative normative analysis. Based on the results of research and discussion of the Semarang Religious Court Decision Number: 116/Pdt.G/2020/PA.Smg, it can be concluded that the judge's legal considerations used in granting hadhanah livelihood claims are based on Article 105 letter (a) of the Compilation of Islamic Law, which states that the maintenance of children who are not yet mumayyiz or not yet 12 years old is the right of the mother, and Article 14 paragraph 2 of Law Number 35 of 2014 concerning amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection. Then according to the researcher, the Judge in granting the hadhanah living claim can add Article 105 letter c of the Compilation of Islamic Law. Keywords: lawsuit, Hadhanah's, Livelihood |
| Kata kunci | Gugatan, Nafkah, Hadhanah |
| Pembimbing 1 | Dr. Siti Muflichah, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Haedah Faradz, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H., M.A., P.h.D. |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2022-07-22 17:50:09.266814 |