Artikel Ilmiah : A1F018065 a.n. DHIANDRA SEKAR TAJI

Kembali Update Delete

NIMA1F018065
NamamhsDHIANDRA SEKAR TAJI
Judul ArtikelKARAKTERISIK FITOKIMIA EKSTRAK AQUADES KESUMBA DENGAN VARIASI pH PELARUT DAN WAKTU EKSTRAKSI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tanaman kesumba (Bixa Orellana) merupakan tanaman yang dapat berpotensi sebagai antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi karena biji kesumba mengandung senyawa fitokimia, yaitu flavonoid dan fenol. Proses ekstraksi merupakan cara yang digunakan untuk mengambil senyawa tersebut dari biji kesumba. Faktor yang memengaruhi proses ekstraksi diantaranya adalah variasi pH pelarut dan waktu ekstraksi. Ekstraksi biji kesumba menggunakan pelarut aquades dengan perlakuan variasi pH pelarut dan waktu ekstraksi diketahui dapat memengaruhi kadar fitokimia yang dihasilkan. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi pH pelarut, waktu ekstraksi, dan interaksi antara keduanya terhadap kadar senyawa fitokimia flavonoid dan fenol pada ekstrak biji kesumba. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor yang digunakan adalah variasi pH pelarut (P) meliputi pH 4 (P1), pH 7 (P2), dan pH 9 (P3); waktu ekstraksi (E) meliputi 5 menit (E1), 7,5 menit (E2), dan 10 menit (E3). Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan menggunakan aquades sebagai pelarut. Senyawa fitokimia alkaloid, saponin, dan terpenoid diukur secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH pelarut dan waktu ekstraksi memengaruhi kadar alkaloid dan saponin namun tidak memengaruhi kadar terpenoid.
Abtrak (Bhs. Inggris)The kesumba plant (Bixa Orellana) is a plant that has potential for antimicrobe, antioxidant, and anti-inflammatory because the kesumba seeds contains phytochemical compounds including flavonoid and phenol. The extraction process is a method for extracting those compounds from the seed. The extraction process is influenced by several factors, including the pH of the solvent and the extraction time. The extraction of kesumba seeds is performed with a water solvent (aquades), and the amount of phytochemicals produced is known to be influenced by the pH of the solvent and the extraction time. This study examined the effect of the variation of pH solvent, extraction time, and the interaction between solvent pH and extraction time on the amount of flavonoid, and phenol on kesumba seeds. This study is an experimental study with randomized block design of 9 treatment combinations with 3 replications. The factors that were used for this study are pH of the solvent (P) including pH 4 (P1), pH 7 (P2), and pH 9 (P3); extraction time (E) includes 5 minutes (E1), 7,5 minutes (E2), and 10 minutes (E3). Extraction was carried out using maceration for 10 minutes with maceration method using distilled water as a solvent. The phytochemical compounds of alkaloid, saponin, and terpenoid were measured qualitatively. The results show that the variation of pH solvent and extraction time affects the amount of alkaloid and saponin but not affects the amount of terpenoid.
Kata kuncikesumba, waktu ekstraksi, variasi pH pelarut
Pembimbing 1Dr. Isti Handayani, S. TP., M. P
Pembimbing 2Dr. Ir. Aisyah Tri Septiana, M. P
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2022-07-22 17:10:03.725745
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.