Artikel Ilmiah : A1C018058 a.n. ANGGUN NING TYAS

Kembali Update Delete

NIMA1C018058
NamamhsANGGUN NING TYAS
Judul ArtikelPengaruh Penerapan Irigasi Mikro Dengan Perbedaan Durasi Penyiraman Terhadap Kelembapan Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penerapan irigasi yang tepat diperlukan untuk keberhasilan budidaya kubis bunga.
Dalam penelitian ini diterapkan sistem irigasi curah menggunakan gembor dan sistem irigasi tetes dengan durasi berbeda. Penelitian dilaksanakan di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas pada bulan Juli 2021 sampai dengan bulan November 2021. Bahan dan alat penelitian seperti NPK, Score, Prevathon, Killmixx, KCl, Za, SP46, POC, pupuk kandang, Larrisa F1, mulsa plastik, arang sekam, merang, polybag, traktor rotary, cangkul, meteran, tugal, pompa air, panel surya, aki, dripper, pipa, stop kran, gembor, stopwatch, toren. Tahapan penelitian meliputi persiapan, penyemaian benih, pindah tanam, pengambilan data, perawatan tanaman dan pemanenan. Berdasarkan rata-rata iklim mikro bedengan, pH tanah 4,7-4,77, kelembaban tanah 8,64%-8,94%, suhu udara 28,40-29,17°C, kelembaban udara 70,37-73,90%, dan intensitas cahaya matahari 3015,87-3898,27 lux. Rata-rata pertumbuhan dan hasil tanaman menunjukkan rata-rata panjang daun 16,97-17,63cm, lebar daun 10,87-11,20 cm, tinggi tanaman 28,10-28,93 cm, jumlah daun 14,00 helai, diameter kubis 12,03-13,27 cm, dan bobot basah kubis 213,05-312,64 g. Didapatkan hasil bahwa semua data berdistribusi normal kecuali pH tanah, panjang daun, lebar daun, dan jumlah daun. Semua data bersifat homogen. Analisis ragam menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan jenis irigasi terhadap diameter kubis, sedangkan pada variabel lain tidak. Penerapan irigasi terhadap diameter kubis berbeda antara I2&I3 dengan I1&I0.
Abtrak (Bhs. Inggris)The application of proper irrigation is necessary for the successful cultivation of flower cabbage. In this study, a bulk irrigation system was applied using gembor and drip irrigation systems with different durations. The research was carried out in Sirau Village,
Kemranjen District, Banyumas Regency from July 2021 to November 2021. Research
materials and tools such as NPK, Score, Prevathon, Killmixx, KCl, Za, SP46, POC, manure, Larrisa F1, plastic mulch , husk charcoal, straw, polybag, rotary tractor, hoe, meter, tugal, water pump, solar panel, battery, dripper, pipe, stop faucet, gembor, stopwatch, toren. The research stages include preparation, seeding, transplanting, data collection, plant care and harvesting. Based on the average bed microclimate, soil pH 4.7-4.77, soil moisture 8.64%-8.94%, air temperature 28.40-29.17°C, air humidity 70.37-73, 90%, and the intensity of sunlight is 3015.87-3898.27 lux. The average plant growth and yield showed an average leaf length of 16.97-17.63 cm, leaf width 10.87-11.20 cm, plant height 28.10-28.93 cm, number of leaves 14.00 leaves. , cabbage diameter 12.03-13.27 cm, and cabbage wet weight 213.05-312.64 g. The results showed that all data were normally distributed except for soil pH, leaf length, leaf width, and number of leaves. All data are homogeneous. Analysis of variance showed that there was a significant difference between irrigation type and cabbage diameter, while the other variables did not. The application of irrigation to the diameter of cabbage was different between I2&I3 and I1&I0.
Kata kunciirigasi, irigasi tetes, irigasi curah, diameter kubis.
Pembimbing 1Arief Sudarmaji, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Agus Margiwiyatno, M.S., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2022-07-22 11:57:18.713149
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.