Artikel Ilmiah : B1A018080 a.n. GISELA HARSIWI NUGRAHESTHI

Kembali Update Delete

NIMB1A018080
NamamhsGISELA HARSIWI NUGRAHESTHI
Judul ArtikelPerkembangan Embrio dan Larva Ikan Nilem (Osteochilus vittatus, Valenciennes, 1842) dalam Medium Limbah Cair Batik
Abstrak (Bhs. Indonesia)Fase embrio dan larva merupakan fase kritis penentu kualitas perkembangan organisme. Prinsip Fish Embryo Toxicology test (FET) yaitu mengevaluasi perkembangan embrio dan larva ikan yang terpapar toksikan hingga pemeliharaan 96 jam paska fertilisasi. Toksikan limbah cair batik merupakan buangan hasil industri tekstil ke lingkungan akuatik yang berpotensi memberi pengaruh para perkembangan embrio dan larva. Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) sebagai organisme yang banyak dibudidayakan di Banyumas merupakan model penelitian dengan harga terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui paparan limbah cair batik terhadap perkembangan embrio ikan nilem pada waktu evaluasi menit ke-60, menit ke-120, dan menit ke-180 paska fertilisasi dan mengetahui pengaruh paparan limbah cair batik terhadap perkembangan larva ikan nilem hingga umur 4 hari paska fertilisasi. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Embrio dipelihara dalam limbah cair batik dengan konsentrasi pengenceran 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% hingga perkembangan umur 4 hari paska fertilisasi. Evaluasi tahap perkembanagn embrional yaitu menit ke-60, menit ke-120, dan menit ke-180 paska fertlisasi dan pada tahap larva yaitu jam ke-24, jam ke-48, jam ke-72, dan jam ke-96 paska fertilisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan limbah cair batik mempengaruhi ukuran tinggi blastoderma embrio, terakumulasi pada korion embrio, memperlambat perkembangan embrio, meningkatkan abnormalitas larva, menurunkan tingkat kelangsungan hidup larva, dan mempercepat laju penyerapan yolk larva.
Abtrak (Bhs. Inggris)The embryonic & larval phases are critical phases that will determine the quality of organism development. The principle of Fish Embryo Toxicology test (FET) is to evaluate the development of fish embryos & larvae exposed to toxicants up to 96 hours post-fertilization maintenance. Toxic batik liquid waste is a waste product of the textile industry into the aquatic environment which has the potential to affect the development of embryos & larvae. Nilem fish (Osteochilus vittatus) as an organism that is widely cultivated in Banyumas is a research model at an affordable price. The purpose of this study was to determine the exposure of batik liquid waste to the development of nilem fish embryos at the time of evaluation at the 60th minute, 120th minute, & 180th minute after fertilization & to determine the effect of exposure to batik liquid waste on the development of nilem fish larvae to age. 4 days after fertilization. The method used is experimental. Embryos were kept in batik wastewater with dilution concentrations of 0% (control), 5%, 10%, 15%, & 20% until the development of age 4 days after fertilization. Evaluation of embryonic developmental stages were at 60 minutes, 120 minutes, & 180 minutes after fertilization & at the larval stage at 24 hours, 48 hours, 72 hours, & 96 hours after fertilization. The results showed that exposure to batik liquid waste affected the height of the blastoderm embryo, accumulated in the chorion of the embryo, slowed embryonic development, increased larval abnormalities, decreased the survival rate of larvae, & accelerated the absorption rate of larval yolks.
Kata kunciembriogenesis, ikan nilem, limbah cair batik, perkembangan
Pembimbing 1Aulidya Nurul Habibah, M.Si., Ph.D.
Pembimbing 2Gratiana E. Wijayanti, M.Rep.Sc., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2022-07-18 15:20:11.196869
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.