| NIM | A1C017035 |
| Namamhs | NOVERITA RIZKA AMBARINI MAHADI |
| Judul Artikel | Distribusi Suhu dan Kelembaban Udara pada Variasi Material Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) dengan Computational Fluid Dynamics (CFD) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Produksi tanaman dengan teknik hidroponik menjadi daya tarik masyarakat. Nutrient Film Technique (NFT) merupakan salah satu teknik hidroponik dimana akar tanaman terendam dalam nutrisi yang dangkal dan disirkulasikan. NFT telah digunakan untuk produksi tanaman sayuran seperti selada, pakchoy dan kale. Beberapa bahan telah digunakan untuk instalasi pada sistem NFT, seperti pipa PVC dan talang air. Penggunaan bahan instalasi tersebut diduga dapat mempengaruhi iklim mikro disekitar pertumbuhan tanaman. Bahan galvalum dan bambu merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai instalasi NFT dan dapat diperoleh disekitar kita. Namun bagaimana distribusi iklim mikro dalam hal ini diwakili oleh suhu udara di dalam instalasi NFT belum banyak diperoleh informasi untuk tiap bahannya. Distrubusi suhu udara dapat dianalisis dengan Computational Fluid Dynamics (CFD). CFD merupakan tool yang dapat digunakan untuk simulasi pola distribusi suhu yang terjadi pada sistem NFT. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan pola distribusi suhu dan kelembaban udara serta mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pada sistem hidroponik NFT dengan bahan material yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2021 di greenhouse, Fakultas Pertanian Unsoed. Iklim mikro yang diukur meliputi suhu dan kelembaban udara, sedangkan pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar tanaman. Data suhu dianalisis menggunakan simulasi CFD sedangkan data pertumbuhan dianalisis menggunakan grafik. Data suhu yang digunakan untuk simulasi CFD adalah data yang diambil pada bagian inlet, outlet dan tengah talang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi suhu udara pada talang bambu 35,1°C (inlet), 35,9°C (tengah) dan 34°C (outlet), sedangkan galvalum 34,2°C (inlet), 37,5°C (tengah) dan 33,9°C (outlet). Rata-rata error dari hasil CFD diperoleh 2,57% jadi dapat dinyatakan bahwa hasil simulasi CFD akurat. Talang bambu menciptakan suhu udara yang lebih baik dibandingkan galvalum. Hasil pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa pada talang bambu berproduksi lebih tinggi dengan tinggi tanaman 18,5 cm dan jumlah daun 17 helai. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Production of plants with hydroponic techniques is the main attraction of the community. Nutrient Film Technique (NFT) is a hydroponic technique in which plant roots are submerged in shallow and circulated nutrients. NFT has been used for the production of vegetable crops such as lettuce, pakchoy and kale. Several materials have been used for installation in NFT systems, such as PVC pipes and gutters. The use of these installation materials is thought to affect the microclimate around plant growth. Galvalume and bamboo are materials that can be used as NFT installations and can be obtained around us. However, how the distribution of the microclimate in this case is represented by the air temperature in the NFT installation has not been obtained much information for each material. Air temperature distribution can be analyzed by Computational Fluid Dynamics (CFD). CFD is a tool that can be used to simulate the temperature distribution pattern that occurs in the NFT system. Therefore, the purpose of this study is to obtain the distribution pattern of air temperature and humidity and to obtain plant growth and yield in the NFT hydroponic system with different materials. This research was carried out in September-November 2021 in a greenhouse, Unsoed Faculty of Agriculture. The measured microclimate includes temperature and humidity, while plant growth includes plant height, number of leaves and plant fresh weight. Temperature data analysis was performed using CFD simulation while the plant growth was analyzed using graphs. The data used for the CFD simulation is data taken at the inlet, outlet and the middle of the gutters. The results showed that the distribution pattern of air temperature at bamboo gutters was 35.1°C (inlet), 35.9°C (middle) and 34°C (outlet), while galvalume was 34.2°C (inlet), 37.5 °C (center) and 33.9°C (outlet). The average error from the CFD results is 2.57% so it can be stated that the CFD simulation results are accurate. Bamboo gutters create a better air temperature than galvalume. The results of plant growth showed that the bamboo gutters had higher production with a plant height is 18.5 cm and a number of leaves is 17 pieces. |
| Kata kunci | Hidroponik NFT, CFD, bambu, galvalum, selada |
| Pembimbing 1 | Dr.Eni Sumarni, S.TP., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Afik Hardanto, S.TP., M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2022-07-14 15:08:15.555334 |
|---|