Artikel Ilmiah : A1D018157 a.n. FITRIA WAHIDATUR ROHMAH
| NIM | A1D018157 |
|---|---|
| Namamhs | FITRIA WAHIDATUR ROHMAH |
| Judul Artikel | Evaluasi Status Unsur Hara P dan Rekomendasi Pemupukan P di Lahan Sawah DAS Serayu Wilayah Kecamatan Bukateja |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Fosfor (P) merupakan salah satu unsur hara yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan tanaman padi terutama pada awal pertumbuhan dan berfungsi memacu pembentukan akar serta penambahan jumlah anakan tanaman padi. Kekurangan unsur hara P pada padi menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, jumlah anakan berkurang, dan hasil produksi padi rendah. Peran penting yang dimiliki unsur hara P menyebabkan unsur ini harus selalu tersedia pada saat penanaman padi. Pemupukan P yang dilakukan secara intensif tanpa memperhatikan status hara P tanah mampu menyebabkan penimbunan P didalam tanah. Oleh karena itu, perlu adanya pengkajian mengenai status unsur hara P pada lahan sawah supaya diketahui kebutuhan pemupukan yang efektif dan efisien sehingga mampu memberikan produksi yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah tanaman padi di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, kemudian dilakukan analisis tanah di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan titik sampel diawali dengan pembuatan peta Satuan Lahan Homogen (SLH) dengan menggabungkan peta (overlay) dari Peta Jenis Tanah Kecamatan Bukateja, Peta Kemiringan dan Peta Penggunaan Lahan Kecamatan Bukateja. Penetapan titik sampel didasarkan pada SLH, dengan memperhatikan penyebaran secara proposional. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di setiap lokasi pengamatan. Sampel tanah diambil pada masing-masing titik sampel menggunakan bor tanah pada kedalaman 0-25 dan 25-50 cm sebanyak tiga sub titik secara acak dengan jarak antar titik 3-4 meter. Variabel yang digunakan untuk mengevaluasi status unsur hara fosfor di Kecamatan Bukateja adalah pH H2O, pH KCl, DHL, potensial redoks, P-tersedia tanah, serapan P oleh tanaman dan data wawancara petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara P di lahan sawah Kecamatan Bukateja hampir seluruhnya tergolong sangat tinggi selain lokasi titik sampel 2 dan 8. Hubungan P-tersedia tanah dengan hasil tanaman padi memiliki nilai R2 = 0,1448 dan memiliki nilai koefisien korelasi positif dengan (r = 0,048), sedangkan serapan P oleh tanaman dengan hasil tanaman memiliki R2=0,12 dan memiliki nilai koefisien korelasi positif dengan (r = 0,403). Hubungan P-tersedia tanah dengan serapan P oleh tanaman memiliki nilai R2=0,0213 dan memiliki nilai koefisien korelasi negatif dengan (r=-0,079). Rekomendasi pemupukan hanya diberikan pada lokasi titik sampel 2 yaitu 26,07 kg P2O5/Ha atau setara dengan 72,44 kg SP-36/ha. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Phosphorus (P) is one of the nutrients that has an important role in the growth of rice plants, especially at the beginning of growth and serves to stimulate root formation and increase the number of tillers of rice plants. P nutrient deficiency in rice causes stunted plant growth, reduced tiller number, and low rice production. The important role of P nutrient causes this element to always be available at the time of rice planting. Intensive P fertilization without regard to soil P nutrient status can cause P accumulation in the soil. Therefore, it is necessary to study the status of P nutrients in paddy fields in order to know the need for effective and efficient fertilization so as to provide optimal production. The research was carried out on rice fields in Bukateja District, Purbalingga Regency, then soil analysis was carried out at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The method used in this research is a survey method. Determination of the sample point begins with the creation of a Homogeneous Land Unit (SLH) map by combining a map (overlay) from the Soil Type Map of Bukateja District, Slope Map and Land Use Map of Bukateja District. Determination of sample points is based on SLH, taking into account the proportional distribution. Soil sampling was carried out in a composite manner at each observation location. Soil samples were taken at each sample point using a soil drill at a depth of 0-25 and 25-50 cm as many as three sub-points randomly with a distance between points of 3-4 meters. The variables used to evaluate the nutrient status of phosphorus in Bukateja District were pH H2O, pH KCl, DHL, redox potential, soil-available P, P uptake by plants and farmer interview data. The results showed that the status of P nutrients in the rice fields of Bukateja District was almost entirely classified as very high apart from the location of sample points 2 and 8. The relationship between P-available soil and rice yields had a value of R2 = 0.1448 and had a positive correlation coefficient with ( r = 0.048), while P uptake by plants with crop yields has R2 = 0.12 and has a positive correlation coefficient with (r = 0.403). The relationship of P-available soil with P uptake by plants has a value of R2=0.0213 and has a negative correlation coefficient with (r=-0.079). Fertilization recommendations are only given at the location of sample point 2, which is 26.07 kg P2O5/Ha or the equivalent of 72.44 kg SP-36/ha. |
| Kata kunci | P-tersedia, serapan P, tanah, sawah, pemupukan |
| Pembimbing 1 | Ir. Kharisun, Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Ir. Imastini Dinuriah, M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2022-07-14 12:25:02.830413 |