Artikel Ilmiah : D1A018094 a.n. BELLA VIDDYA SARI

Kembali Update Delete

NIMD1A018094
NamamhsBELLA VIDDYA SARI
Judul ArtikelKAPASITAS TAMPUNG GULMA DI BAWAH TEGAKAN PERKEBUNAN KOPI BERDASARKAN KETINGGIAN LOKASI DI KABUPATEN TEMANGGUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi lingkungan pertumbuhan gulma, mengetahui berbagai jenis gulma, produksi bahan segar, produksi bahan kering, dan kapasitas tampung ternak ruminansia di bawah tegakan perkebunan kopi di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Penelitian dilakukan secara survey menggunakan metode systematic random sampling menggunakan kuadran 1 x1 m2 sebanyak 8 kali ulangan yang dilaksanakan pada 2 ketinggian yang berbebeda yaitu kecamatan Candiroto dengan ketinggian 500-1000 mdpl dan kecamatan Tretep dengan ketinggian 1000-1450 mdpl. Data kondisi lingkungan, produksi bahan segar, produksi bahan kering dianalisis menggunakan uji t student tidak berpasangan (unequal). Hasil penelitian menunjukan bahwa (P>0,05), maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelembaban udara, temperature, dan pH tanah pada ketinggian 1 dan ketinggian 2 akan tetapi terdapat kecenderungan semakin tinggi ketinggian tempat maka tegakan tanaman kopi semakin menurun dan intensitas cahaya meningkat. Komposisi gulma perkebunan kopi pada ketinggian 1 terdapat 25 spesies dan pada ketinggian 2 terdapat 27 spesies. Gulma yang mendominasi yaitu Stilt grass. Produksi bahan segar pada setiap ketinggian menurun seiring bertambahnya ketinggian lokasi (P<0,05), berbanding lurus dengan produksi bahan kering. Kapasitas tampung pada kedua ketinggian yang berbeda masing masing menunjukan 0,72 dan 0,52 ekor/ha/tahun. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan gulma perkebunan kopi memiliki potensi sebagai pakan ruminansia.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to explore the environmental conditions of weed growth, determine various types of weeds, production of fresh matter, dry matter production, and the capacity of ruminants under coffee plantation stands in Temanggung Regency, Central Java. The research was conducted in a survey using a systematic random sampling method using a 1 x 1 m2 quadrant with 8 replications carried out at 2 different altitudes, namely Candiroto sub-district with an altitude of 500-1000 mdpl and Tretep sub-district with an altitude of 1000-1450 mdpl. Data on environmental conditions, fresh matter production, dry matter production were analyzed using unpaired student t test (unequal). The results showed that (P> 0.05), there was no significant difference between air humidity, temperature, and soil pH at altitudes 1 and 2, but there was a tendency that the higher the altitude, the lower the coffee stands and the light intensity. increase. The composition of weeds in coffee plantations at altitude 1 contained 25 species and at altitude 2 there were 27 species. The dominant weed is still grass. The production of fresh matter at each altitude decreased with increasing altitude of the site (P<0.05), directly proportional to the production of dry matter. The holding capacity at the two different heights shows 0.72 and 0.52 AU/ha/year, respectively. Based on the results of the study, it was concluded that coffee plantation weeds had potential as ruminant feed.
Kata kunciKata Kunci: ketinggian tempat, eksplorasi lingkungan, spesies gulma, produksi segar, produksi bahan kering, kapasitas tampung
Pembimbing 1Ir. Nur Hidayat, M. Si., IPM
Pembimbing 2Harwanto, S.Pt., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2022-07-11 07:47:39.94072
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.