| NIM | F1F015040 |
| Namamhs | BRYAN GUSTI PITOYO |
| Judul Artikel | Pengaruh Kepemimpinan Donald Trump terhadap peningkatan White Supremacy Extremist di Amerika 2016-2020 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Donald Trump terhadap peningkatan White Supremacy Extremist di Amerika 2016-2020” merupakan penelitian yang berfokus kepada pengaruh kepemimpinan Donald Trump mulai dari awal kampanye nya yang menggunakan ciri khas idiolect nya yang eksplisit dan Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika 2016 yang menonjol merupakan contoh paling nyata dari fenomena Etno-nasionalis dan populis yang tepat dari komunikasi politik Trump selama kampanye 2016 dan hubungannya dengan konsepsi etnis lama tentang identitas nasional Amerika. Kampanye pemilihannya diperkuat dengan batas-batas etnis identitas Amerika - mendefinisikan siapa yang menjadi anggota, dan siapa yang tidak. Upayanya untuk memulihkan kebesaran Amerika (Make America Great Again) dengan mengecualikan orang luar telah memperkuat mitos yang kuat dalam politik kontemporer. (Woods, 2019). Sehingga tanpa sadar White Supremacy di Amerika meningkat, Saat ancaman kekerasan supremasi kulit putih tumbuh, hal itu hanya mendapat sedikit perhatian atau pengakuan dari Administrasi Trump. Alih-alih mengawasi atas kenaikan kasus White Supremacy Extremist, Administrasi Trump justru terfokus pada gerakan Black Lives Matter dan aktivis minoritas lainnya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research entitled "The Effect of Donald Trump's Leadership on the Increase of White Supremacy Extremist in America 2016-2020" is a study that focuses on the influence of Donald Trump's leadership starting from the beginning of his campaign which uses his explicit idiolect characteristics and Donald Trump's victory in the 2016 American presidential election that stands out is the most vivid example of the Ethno-nationalist and populist apt phenomenon of Trump's political communications during the 2016 campaign and its relationship to old ethnic conceptions of American national identity. His campaign became a choice against the ethnic boundaries of American identity - defining who was a member, and who was not. His efforts to find America Great Again by excluding outsiders have reinforced a powerful myth in contemporary politics. (Woods, 2019). So that White Supremacy in America is unknowingly increasing. As the threat of white supremacy violence grows, it gets little attention or recognition from the Trump Administration. Instead of keeping tabs on the rise in White Supremacy Extremist cases, the Trump Administration has focused on the Black Lives Matter movement and other minority activists. |
| Kata kunci | Donald Trump, White Supremacy Extremist, Idiolect, Etno-nationalis, Populis, MAGA, Black Lives Matter |
| Pembimbing 1 | Nuriyeni Kartika Bintarsari, S.IP., M.A., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Arif Darmawan, S.IP., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 48 |
| Tgl. Entri | 2022-07-07 22:52:57.663151 |
|---|