Artikel Ilmiah : F1D015043 a.n. STEFANUS KRIS INDARTO

Kembali Update Delete

NIMF1D015043
NamamhsSTEFANUS KRIS INDARTO
Judul ArtikelFUNDAMENTALISME PROTESTAN DI AMERIKA SERIKAT:
Gerakan Evangelikal Melawan Sekularisme pada Masa Pemerintahan Donald J. Trump
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perlawanan Gerakan Evangelikal terhadap sekularisme pada masa Pemerintahan Donald Trump, sekaligus mengetahui refleksi fundamentalisme dalam gerakan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik dalam bingkai perspektif post-strukturalisme dan paradigma post-modernisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Gerakan Evangelikal melawan sekularisme di Amerika Serikat pada masa Pemerintahan Donald Trump. Perlawanan tersebut terlihat dalam beberapa strategi, seperti; dukungan penuh atas pencalonan Donald Trump; rencana penghapusan Amandemen Johnson; pengembalian nilai-nilai; serta berusaha mengembalikan peraturan tentang doa-doa yang dilaksanakan di sekolah umum; dan dukungan terhadap Israel yang dilandasi oleh kepercayaan terhadap ramalan kitab suci. Perlawanan tersebut merefleksikan karakteristik utama fundamentalisme, yaitu; penekanan terhadap prinsip-prinsip dasar; militansi; dan kecemasan akut.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research-based paper aims at explain the resistance of the Evangelical Movement to secularism during the Donald Trump Administration, as well as to find out the reflection of fundamentalism in the movement. By using a qualitative method and hermeneutic approach in the framework of the post-structuralism perspective and the post-modernist paradigm, the result of the research reveals that the Evangelical Movement fight against secularism in the United States during the Donald Trump Administration. The resistance can be seen from the following strategies, including: giving full support for the nomination of Donald Trump; creating Johnson's Amendment removal plan; trying to restore Christian values; trying to restore the obligation to hold prayers in public schools; and giving support for Israel which is based on belief in the prophecy of the scriptures.The Evangelical Movement's resistance seemed to reflect some characteristics of fundamentalism, include: emphasis on basic principles; militancy; and anxiety.
Kata kunciagama, politik, Evangelikal, fundamentalisme, sekularisme
Pembimbing 1Ahmad Rofik, S. Sos., M.A.
Pembimbing 2Triana Ahdiati, M. Si.
Pembimbing 3Ahmad Sabiq, S.IP, M.A.
Tahun2020
Jumlah Halaman26
Tgl. Entri2022-06-29 11:14:48.940684
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.