| NIM | H1B018027 |
| Namamhs | JIHAN FIRDAUS PUTRI |
| Judul Artikel | ANALISA HUBUNGAN KETERGANTUNGAN PEKERJAAN, LINTASAN KRITIS DAN FLOAT PADA BANGUNAN BERTINGKAT MENGGUNAKAN NETWORK PLANNING (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD BANYUMAS) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maka dilakukan pembangunan infrastruktur berupa pembangunan rumah sakit, sekolah, bank, supermarket, tempat ibadah, pasar tradisional, dan lain-lain. Untuk melakukan pembangunan maka dilakukan penjadwalan yang diharapkan dapat memudahkan pelaksanaan proyek. Penjadwalan dapat dilakukan dengan berbagai metode, yaitu barchart, kurva s dan network planning. Network planning memiliki beberapa jenis diantaranya PERT, CPM dan PDM. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode PDM. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa hubungan ketergantungan antar pekerjaan, mengidentifikasi pekerjaan apa saja yang berada pada lintasan kritis dan pekerjaan yang memiliki waktu tenggang (float) pada proyek pembangunan Instalasi Bedah Sentral RSUD Banyumas. Untuk mempermudah penjadwalan maka penjadwalan dilakukan mengunakan Microsoft Project 2016. Hasil dari penelitan ini yaitu hubungan yang paling banyak muncul adalah SS (Start to Start), dimana terdapat 263 pekerjaan. Untuk hubungan FS (Finish to Start) memiliki 66 pekerjaan dan FF (Finish to Finish) memiliki 52 pekerjaan. Pekerjaan yang berada pada lintasan kritis lebih banyak pekerjaan struktur, hal tersebut disebabkan pada pekerjaan struktur bersifat terikat atau saling berkaitan. Sedangkan untuk pekerjaan lainnya cenderung lebih fleksibel. Pekerjaan yang terdapat pada lintasan kritis akan memiliki free slack dan total slack 0 hari. Untuk pekerjaan yang memiliki float yang banyak maka kontraktor dapat mempertimbangkan atau memanfaatkannya, sehingga dapat memaksimalkan pekerja untuk mengerjakan pekerjaan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | To meet the needs of the community, infrastructure development is carried out in the form of building hospitals, schools, banks, supermarkets, places of worship, traditional markets, and others. To carry out the development, scheduling is carried out which is expected to facilitate project implementation. Scheduling can be done by various methods, namely bar chart, s curve and network planning. Network planning has several types including PERT, CPM and PDM. In this study, the method used is the PDM method. The purpose of this study is to analyze the dependency relationship between jobs, and identify what jobs are on the critical path and jobs that have a grace period (float) in the construction project of the Central Surgical Installation of RSUD Banyumas. To simplify scheduling, scheduling is done using Microsoft Project 2016. The results of this research are the relationship that appears the most is SS (Start to Start), where there are 263 jobs. For relationship, FS (Finish to Start) has 66 jobs and FF (Finish to Finish) has 52 jobs. The work that is on the critical path is more structural, this is because the structural work is bound or interrelated. Meanwhile, other jobs tend to be more flexible. Jobs on the critical path will have free slack and a total slack of 0 days. For jobs that have a lot of floats, the contractor can consider or take advantage of it, so that it can maximize workers to do other work which can reduce the number of workers on the project. |
| Kata kunci | penjadwalan, Microsoft Project, hubungan ketergantungan pekerjaan, lintasan kritis, float. |
| Pembimbing 1 | Redityo Januardi, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Bagyo Mulyono, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2022-06-28 09:15:00.711591 |
|---|