Artikel Ilmiah : K1C017013 a.n. NAOMI SEPT RIZQI
| NIM | K1C017013 |
|---|---|
| Namamhs | NAOMI SEPT RIZQI |
| Judul Artikel | Pemodelan Formasi Batuan Pembawa Batubara Pada Cekungan Kutai Di Kabupaten Panajam Paser Utara Dengan Metode Gravitasi Citra Satelit |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Kabupaten Panajam Paser Utara yang dilalui oleh Cekungan Kutai memiliki potensi bahan bakar hidrokarbon tinggi terutama batubara. Struktur geologi serta kedalaman dan ketebalan lapisan formasi batuan pembawa batubara pada daerah penelitian dapat diidentifikasi menggunakan survei geofisika dengan metode gravitasi citra satelit. Data anomali gravitasi diunduh dari website TOPEX yang berasal dari Geodetic Satellite (GeoSat) dan European Remote Sensing-1 (ERS-1) Satellite. Jumlah data anomali gravitasi citra satelit adalah 785 dengan luas wilayah penelitian sebesar 250 km2 di sekitar pesisir Pulau Kalimantan. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan serta analisis derivative yang terdiri dari First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) untuk mengetahui pola struktur geologi berupa patahan yang dapat menjadi informasi pendukung terbentuknya subcekungan hidrokarbon. Berdasarkan hasil analisis FHD-SVD serta pemodelan 2D yang didukung dengan informasi peta geologi memperlihatkan adanya satu patahan turun pada sayatan A-A’, satu patahan turun pada sayatan B-B’, dan satu patahan naik pada sayatan C-C’. Pendugaan lapisan formasi batuan pembawa batubara pada sayatan A-A’ berada pada kedalaman 0 – 2.593,95 m dengan ketebalan arah vertikal sebesar 2.593,95 m dan arah lateral (horizontal) sebesar 15.583,33 m. Sayatan B-B’ berada pada kedalaman 0 – 1.877,89 m dengan ketebalan arah vertikal sebesar 1.877,89 m dan arah lateral sebesar 12.657,9 m. Sedangkan sayatan C-C’ berada pada kedalaman 0 – 1.558,59 m dengan ketebalan arah vertikal sebesar 1.558,59 m dan arah lateral sebesar 9.137,59 m. Kata kunci: pemodelan, batubara, metode gravitasi, FHD, SVD, cekungan kutai |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT North Panajam Paser Regency which is traversed by the Kutai Basin has high potential for hydrocarbon fuels, especially coal. The geological structure as well as the depth and thickness of the layers of coal-bearing rock formations in the study area can be identified using a geophysical survey using the gravity method of satellite imagery. The gravity anomaly data downloaded from the TOPEX website comes from the Geodetic Satellite (GeoSat) and the European Remote Sensing-1 (ERS-1) Satellite. The number of satellite imagery gravity anomaly data is 785 with a research area of 250 km2 around the coast of Kalimantan Island. In this study, modeling and analysis of derivatives consisting of First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) were carried out to determine the pattern of geological structures in the form of faults which can be used as supporting information for the formation of hydrocarbon subbasins. Based on the results of FHD-SVD analysis and 2D modeling supported by geological map information, it shows that there is one descending fault in the A-A’ incision, one descending fault in the B-B’ incision, and one ascending fault in the C-C’ incision. The estimation of coal-bearing rock formation layers in the A-A’ incision is at a depth of 0 – 2,593.95 m with a thickness of 2.593.95 m in the vertical direction and 15583.33 m in the lateral direction (horizontal). The B-B’ incision is at a depth of 0 – 1,877.89 m with a vertical thickness of 1,877.89 m and a lateral direction of 12,657.9 m. Meanwhile, the C-C’ incision is located at a depth of 0 – 1,558.59 m with a thickness of 1,558.59 m in the vertical direction and 9,137.59 m in the lateral direction. Keyword: modeling, coal, gravity method, FHD, SVD, kutai basin |
| Kata kunci | pemodelan, batubara, metode gravitasi, FHD, SVD, cekungan kutai |
| Pembimbing 1 | Sehah, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Urip Nurwijayanto P, S.Pd., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2022-06-21 07:17:44.461027 |