Artikel Ilmiah : E1A017113 a.n. MUHAMMAD RAFI GUMILANG

Kembali Update Delete

NIME1A017113
NamamhsMUHAMMAD RAFI GUMILANG
Judul ArtikelAnalisis Hukum Internasional Mengenai Kekebalan Perwakilan Diplomatik (International Court of Justice Judgment - Equatorial Guinea v. France 2016)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Berdasarkan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, salah satu hak yang didapatkan oleh perwakilan diplomatik di negara penerima adalah perlindungan terhadap gedung perwakilan diplomatik. Gedung perwakilan diplomatik merupakan suatu wilayah ekstrateritorial negara penerima yang tidak tunduk pada hukum yang berlaku di negara penerima tetapi tunduk pada hukum negara pengirim. Salah satu contoh pelanggaran hak imunnitas pejabat diplomatik adalah dipindahkannya gedung perwakilan diplomatik secara sepihak oleh Equatorial Guinea ke Gedung 42 Avenue Foch milik Menteri Pertanian dan Kehutanan Equatorial Guinea yang diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan di negaranya. Dalam kasus ini Equatorial Guinea membawa permasalahan kepada Mahkamah Internasional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan pemberian hak kekebalan diplomatik baik orang dan benda dalam hukum internasional dan menganalisis penyelesaian kasus kekebalan diplomatik antara Equatorial Guinea dengan Perancis oleh Mahkamah Internasional pada 2016. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan yaitu data sekunder dengan pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dalam menjalankan tugasnya para perwakilan diplomatik memiliki kekebalan yang diatur dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 41 Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Kekebalan tersebut mencakup dua hal yaitu tidak dapat diganggu gugat (inviolability) dan kekebalan (immunity). Dua hal yang didapat oleh para perwakilan diplomatik ini tidak hanya mencakup perorangan saja melainkan gedung diplomatik dan juga hal lain yang dapat menunjang jalannya tugas perwakilan diplomatik. Pada kasus ini Equatorial Guinea mengajukan tuntutannya kepada Mahkamah Internasional yang terdiri dari status gedung 42 Avenue Foch dan juga kekebalan yang dimiliki oleh Teodoro Ngumea Obiang Mangue (Teodoro). Terkait semua permohonan yang diajukan oleh Equatorial Guinea, berdasarkan seluruh pertimbangan hakim, Mahkamah Internasional menyatakan menolak semua permohonan yang diajukan oleh Equatorial Guinea.
Abtrak (Bhs. Inggris)Based on the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations, one of the rights obtained by diplomatic representatives in the receiving state is the protection of diplomatic representative buildings. The diplomatic representative building is an extraterritorial area of sending state which is established and is not subject to the laws in force in the receiving state but is subject to the laws of the former one. One example of a violation of the immunity rights of diplomatic officials is the unilateral transfer of the diplomatic representative building by Equatorial Guinea to 42 Avenue Foch belonging to Minister of Agriculture and Forestry who is suspected of committing money laundering crimes committed in his state. In this case, Equatorial Guinea brought this matter to the International Court of Justice (ICJ).
The purpose of this study is to determine the arrangements for granting diplomatic immunity to persons and objects in international law and to analyze the settlement of diplomatic immunity cases in the case between Equatorial Guinea and France by the ICJ in 2016. The approach method used is a normative juridical approach. The data used is secondary data with data collection based on literature study and presented in the form of narrative text with qualitative normative analysis methods.
Based on the results of the research, in carrying out their duties, diplomatic representatives have immunity as regulated in Articles 27 to Articles 41 of the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations. This immunity includes two things, namely inviolability and immunity. The two things obtained by these diplomatic representatives include not only individuals but also diplomatic buildings and other things that can support the course of the duties of diplomatic representatives. In this case, Equatorial Guinea filed a claim with the ICJ which consisted of the status of the 42 Avenue Foch building and also the immunity held by Teodoro Ngumea Obiang Mangue (Teodoro). Regarding all applications submitted by Equatorial Guinea, based on all the judges' considerations, the ICJ stated that it rejected all requests submitted by Equatorial Guinea.
Kata kunciKekebalan diplomatik, Gedung Diplomatik, Mahkamah Internasional
Pembimbing 1Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc.
Pembimbing 2Wismaningsih, S.H., M.H.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2022-06-20 14:42:09.166632
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.