Artikel Ilmiah : J0A017023 a.n. YASYA NAJMIHUNNA ARASYI

Kembali Update Delete

NIMJ0A017023
NamamhsYASYA NAJMIHUNNA ARASYI
Judul ArtikelMenerjemahkan Cerpen Berjudul “Premium Harmony” Karya Stephen King
Abstrak (Bhs. Indonesia)Cerpen “Premium Harmony” merupakan cerita fiksi yang diterbitkan oleh The New Yorker pada tanggal 1 November 2009. Cerpen ini mengisahkan tentang kehidupan pelik sepasang suami istri bernama Ray dan Mary yang bertempat tinggal di Kota Castle Rock. Proses penerjemahan cerpen ini memiliki 4 tahap yaitu tahap 1.) Tahap menganalisis. Teks dianalisis menurut makna kata atau kombinasi kata, makna tekstual, dan makna kontekstual. 2.) Tahap mentransfer, yang mana pada pada tahap ini materi yang sudah dianalisis dan dipahami diolah di dalam pikiran, dialihkan dari BSu ke BSa 3.) Tahap menrestrukturisasi yang melahirkan tulisan dalam BSa, dimana penerjemah berusaha mencari padanan kata, ungkapan, dan struktur kalimat yang tepat agar tersampaikannya isi, makna dan pesan dalam BSa. 4.) Tahap mengevaluasi dan revisi. Hasil yang diperoleh dari tahap restrukturisasi ditinjau ulang dan dicocokan kembali dengan teks aslinya. Apabila terdapat ketidak sesuaian atau kekurangan maka akan dilakukan revisi. Cerpen “Premium Harmony” ditulis dengan memperhatikan detail lingkungan cerita, perasaan emosional karakternya, kerealistisan cerita, dan penekanan pada konflik-konflik yang terdapat di dalamnya. Selain itu, cerpen ini juga mengandung kalimat peribahasa dan majas. Teknik yang digunakan dalam menerjemahkan cerpen ini diantaranya: borrowing, discursive creation, linguistic amplification, transposition, literal translation dan Padanan Lazim (Establish Equivalence). Kendala yang ditemui dalam proses penerjemahan cerpen ‘Premium Harmony’ diantaranya adalah kesulitan dalam menemukan padanan kata yang tepat dari BSu ke BSa. Solusi dari kendala tersebut adalah dengan mencari referensi dari berbagai bacaan yang berkaitan dengan padanan yang dimaksud. Berdasarkan proses menemukan padanan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak semua istilah dapat ditemukan padanannya. Sebagian kata akan lebih baik diterjemahkan dengan teknik pure borrowing atau peminjaman murni. Beberapa padanan juga memerlukan penjelasan tambahan, atau pergeseran istilah agar cerpen ini lebih mudah dipahami dalam BSa.
Abtrak (Bhs. Inggris)The short story ‘Premium Harmony’ is a fictional story published by The New Yorker on November 1, 2009. The Story tells about a life of a husband and wife named Ray and Marry who live in Castle Rock City. There are four stages in the translation process, those stages are 1.) Analyzing. The text is analyzed according to the meaning of words, combination of words, textual meaning, and contextual meaning. 2.) Transferring, in which at this stage the material that has been analyzed is processed in the mind, and the transferred from SL to TL. T. 3.) Restructuring, which resulted in producing the text in SL, at this step, the translator tries to find equivalent words, expression, and the right sentence structure in order to convey the meaning and message of the content in TL. The last step is 4.) Evaluating and revising. The result obtained from the restructuring process is reviewed and re-matched with the original text. If there any discrepancies or deficiencies, a revision will be done. The short story “Premium Harmony” is written with emphasizing the details of the story environment, the emotional feelings of the characters, the realisticity of the story, and the stress on the conflicts happened. This short story also contains proverbs and figure of speech. The techniques used in translating this short story include: borrowing, discursive creation, linguistic amplification, transposition, literal translation and Equivalence. Constraints encountered in the process of translating the short story 'Premium Harmony' include the difficulty in finding the right equivalent of words from SL to TL. The solution of the problem encountered is by doing literature study related to the terms observed. The results of this finding equivalents process concludes that not all terms in SL has an equivalent words in TL. Some words would be better translated using a pure borrowing technique, some also require additional explanation or a shift in words in terms to make the text easier to be understood in TL.
Kata kunciproses penerjemahan, teknik penerjemahan, borrowing, discursive creation, linguistic amplification, transposition, literal translation dan Padanan Lazim (Establish Equivalence)
Pembimbing 1Dra. Mimien Aminah Sudja'ie, M.A.
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman88
Tgl. Entri2022-06-16 15:38:19.007649
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.