Artikel Ilmiah : A1G009038 a.n. NOVI ANGGRIAWAN WIJONARKO

Kembali Update Delete

NIMA1G009038
NamamhsNOVI ANGGRIAWAN WIJONARKO
Judul ArtikelKAJIAN FINANSIAL USAHA KERAJINAN BAMBU KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Usaha kerajinan bambu sangat penting untuk terus dikembangkan agar tercipta keterkaitan yang erat antara sektor pertanian dan sektor industri. Usaha kerajinan bambupada umumnya berada di daerah pedesaan dan merupakan industri kecil skala rumah tangga yang berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candi wulan dan Kertayasa Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara pada bulan April sampai bulan Mei 2012, dengan jumlah responden sebanyak 23 perajin. Teknik pengambilan data dilakukan dengan sensus yaitu keseluruhan populasi diteliti. metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C ratio dan analisis break even point.Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya produksi rata-rata selama 1 bulan sebesar Rp1.984.401,10, penerimaan rata-rata sebesar Rp3.118.695,70 dan pendapatan rata-rata yang diperoleh perajin sebesar Rp1.134.294,60.Besarnya nilai R/C Ratio usaha kerajianan bambu di kecamatan Mandiraja adalah sebesar 1,57. Besarnya nilai tersebut menunjukan bahwa usaha kerajinan bambu yang dilakukan sudah mendapatkan keuntungan sebesar 57 % atau sudah efisien.Nilai Break Even Point (BEP) adalah 24,69 unit tudung saji dan BEP rupiah sebesar Rp438.394,97 yang menunjukan bahwa usaha kerajinan bambu di Kecamatan Mandiraja menguntungkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Bamboo handicraft business is very important to continue to develop in order to create a close link between the agricultural and industrial sectors. Bamboo handicraft business in general is in a rural area and a small-scale household industries that play a role in creating jobs and revenue for the community. This result was doing in candi wulan village and kertayasa village sub mandiraja district banjarnegara at april till mei 2012, with 23 responden. sampling design with sensus method isused all population all population was used in sampling method. Analise method were used analiysis cost and revenue, Analysis of R / C Ratio, Break Event Point Analysis.The analysis showed that the average production cost for 1 month at Rp1.984.401, 10, receiving an average of Rp3.118.695, 70 and the average income earned by Rp1.134.294 crafters, 60. The value of R / C ratio in the district business Mandiraja kerajianan bamboo is of 1.57. The value indicates that bamboo handicraft business was already efficient. Value Break Event Point (BEP) is 24.69 units and Rp438.394, 97 who showed that bamboo handicraft business in the District Mandiraja profitable.
Kata kunci Finansial, Agroindustri, kerajinan bambu
Pembimbing 1Ir. Djaniah Windiastuti M.Si.
Pembimbing 2Ir. Hj. Endang Sriningsih M.P.
Pembimbing 3
Tahun2012
Jumlah Halaman1
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.