Artikel Ilmiah : F2C020006 a.n. WILIBRORDUS MEGANDIKA WICAKSONO

Kembali Update Delete

NIMF2C020006
NamamhsWILIBRORDUS MEGANDIKA WICAKSONO
Judul ArtikelKomunikasi Verbal dan Non Verbal dalam Pembentukan
Konsep Diri Anak Panti Asuhan Bunda Serayu
Abstrak (Bhs. Indonesia)Aneka komunikasi verbal dan non verbal terjalin dalam interaksi antar anggota panti. Tangisan, tawa,
jeritan, kemarahan yang meluap lewat ungkapan membanting benda-benda sekitar, dan sejumlah
ekspresi khas anak-anak menjadi komunikasi non verbal yang mewarnai interaksi mereka. Penulis
bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi verbal dan non verbal anggota panti ini dalam
membentuk konsep diri. Penelitian secara deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam, serta
mengkaji rangkuman kisah dalam buku “Di Tepi Serayu Aku Merindu” ini bertujuan memberikan
gambaran seperti apa proses komunikasi verbal dan non verbal berkontribusi pada konsep diri serta
cita-cita anak panti. Hasil yang diperoleh bahwa konsep diri dan gambaran cita-cita anak di panti ini
dipengaruhi bagaimana mereka berkomunikasi, dengan siapa, dan dalam keadaan seperti apa. Interaksi
dari pengasuhan dan kebersamaan di bawah satu atap yang sama bagi anak-anak yang berasal dari
berbagai latar belakang asal dan budaya di Panti Asuhan Bunda Serayu Banyumas melahirkan makna
kasih sayang sebuah keluarga. Kesimpulan yang diperoleh bahwa bahasa verbal, pikiran, perasaan, dan
maksud anak-anak di Panti Asuhan Bunda Serayu Banyumas ini dinyatakan serta disempurnakan lewat
komunikasi non verbal.
Abtrak (Bhs. Inggris)Various verbal and non-verbal communications are established in the interactions between the members
of the orphanage. Cries, laughter, screams, anger overflowing through the expression of slamming objects
around, and a number of typical expressions of children become non-verbal communication that color
their interactions. The author aims to analyze how verbal and non-verbal communication of the members
of this orphanage in forming self-concepts. This descriptive qualitative research with in-depth interviews,
as well as examining the summary of the story in the book "Di Tepi Serayu I Merindu" aims to provide an
overview of how the verbal and non-verbal communication processes contribute to the self-concept and
ideals of the orphanage. The results showed that the self-concept and the picture of the dreams of the
children in this orphanage were influenced by how they communicate, with whom, and in what
circumstances. The interaction of nurturing and togetherness under the same roof for children who come
from various origins and cultures at the Bunda Serayu Banyumas Orphanage gives birth to the meaning of
family affection. The conclusion was that the verbal language, thoughts, feelings, and intentions of the
children at the Bunda Serayu Banyumas Orphanage were expressed and perfected through non-verbal
communication.
Kata kunci Interaksionisme Simbolik; Komunikasi Kelompok; Panti Asuhan
Pembimbing 1Wiwik Novianti
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2022-06-12 17:11:41.950772
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.