| NIM | G1B008044 |
| Namamhs | DWIARY PRIMADANI |
| Judul Artikel | ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA AIR BAKU DAN AIR HASIL OLAHAN INSTALASI PENJERNIHAN AIR BERSIH KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Peningkatan kualitas air minum mutlak diperlukan terutama apabila air tersebut berasal dari air permukaan. Secara alamiah, Cu dapat masuk ke suatu tatanan lingkungan sebagai akibat dari berbagai peristiwa alam, sedangkan secara non alamiah Cu dapat masuk sebgai akibat dari aktivitas manusia. Kandungan logam Cu bila melebihi ambang batas yang sudah ditentukan dikhawatirkan bisa membahayakan kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional yang merupakan cara pengumpulan data dengan melihat langsung kondisi lapangan dan pengukuran yang dilakukan di laboratorium terhadap objek yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini yaitu air baku dan air olahan Instalasi Penjernihan Air Bersih Kesugihan, dan sampelnya yaitu sebagian air baku dan air olahan Instalasi Penjernihan Air Bersih Kesugihan. Pengolahan air PDAM adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan kualitas air layak konsumsi dan kurang layak konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Tembaga (Cu) pada air baku Instalasi Penjernihan Air Bersih Kesugihan yaitu 0,05 ± 0,09 mg/L, sedangkan jumlah kandungan Tembaga (Cu) pada air olahan yaitu 0,02 ± 0,019 mg/L. Kualitas air olahan di Instalasi Penjernihan Air Bersih Kesugihan ini memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan oleh PERMENKES RI Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990 yaitu Kandungan Tembaga (Cu) 1 mg/L dalam air minum. Bagi Instalasi Penjernihan Air Bersih Kesugihan diharapkan untuk terus melakukan pemeriksaan secara kontinyu yaitu dengan jartes guna mempertahankan kualitas air agar kandungan logam Tembaga (Cu) tetap pada batas yang aman karena dalam penelitian ini ditemukan adanya kandungan logam Tembaga walaupun dalam jumlah yang kecil.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Drinking water is water that through processing or no processing that meets the requirements of health and can be drunk immediately. Improving the quality of drinking water is absolutely necessary, especially if the water comes from surface water. Naturally, Cu may enter an order of the environment as a result of these events, whereas in non-naturally Cu can enter a side effect of human activities. Cu metal content when it exceeds a specified threshold feared could endanger health. Type of research is an observational study which is a collection of data with a direct field conditions and measurements made in the laboratory of the object under study. The population in this study are the raw water and treated water of, and sample some of the raw water and treated water of Installation Water Purification Kesugihan. PDAM water treatment is one very important factor in determining the quality of potable water consumption and less worthy of consumption. The results showed that the content of copper (Cu) in the raw water 0.05 ± 0.09 mg/L, while total content of copper (Cu) in the treated water 0.02 ± 0.019 mg/L. Quality of treated water in Installation Water Purification Kesugihan meets quality standards set by PERMENKES RI No: 416/MENKES/PER/IX/1990 the content of Copper (Cu) 1 mg/L in drinking water.
|
| Kata kunci | Air baku, air olahan, air bersih, Tembaga (Cu) |
| Pembimbing 1 | Drs. Kuswanto, M.Kes. |
| Pembimbing 2 | Agnes Fitria W, SKM, MSc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2012 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|