Artikel Ilmiah : F1B018101 a.n. FARHAN FAUZI
| NIM | F1B018101 |
|---|---|
| Namamhs | FARHAN FAUZI |
| Judul Artikel | Pengembangan Kapasitas Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam Pengelolaan Unit Usaha di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul Pengembangan Kapasitas Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam Pengelolaan Unit Usaha di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Adanya KUBE bertujuan untuk penguatan kapasitas fakir miskin dalam meningkatkan pendapatan dan kemampuan berusaha sehingga mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri serta meningkatkan kesetiakawanan sosial. Salah satu KUBE dengan jenis usaha terlengkap adalah KUBE Maju Bersama di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Namun, dengan usaha yang lengkap justru pendapatan mereka tidak naik secara konsisten. Hal tersebut menunjukkan belum adanya kesiapan sumber daya dan manajemen dalam pengelolaan KUBE dan dikhawatirkan keberadaannya hanya nama saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mencari faktor penyebab pengembangan kapasitas kelompok usaha bersama (KUBE) dalam pengelolaan unit usaha di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan model kapasitas organisasi dari Horton, dkk (2003) yang meliputi dua aspek, yaitu Sumber Daya Organisasi dan Manajemen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data digunakan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Validitas dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum adanya peningkatkan dalam pengembangan kapasitas pengurus dalam mengelola KUBE Maju Bersama. Masih ada beberapa aspek yang masih harus diperbaiki. Pada aspek sumberdaya organisasi, staff KUBE Maju Bersama Karangnangka sudah memahami mengenai tugas pokok dan fungsinya namun belum pernah ada pelatihan, ketersediaan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi belum mampu dipenuhi, sumber daya keuangan hanya untuk operasional dalam pemenuhan kebutuhan. Pada aspek manajemen, pimpinan melaksanakan tiga dari empat fungsi kepemimpinan yaitu fungsi instruktif, fungsi konsultatif, dan fungsi partisipatif, proses manajemen dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan masih terdapat kendala dalam perwujudannya, dalam pengelolaan unit unit usaha KUBE Maju Bersama koordinasi yang dibangun pada internal KUBE berjalan dengan baik, sedangkan pihak KUBE Maju Bersama kurangnya koordinasi serta kerjasama yang dilakukan dengan pihak luar, hal ini terlihat dari tidak adanya pendamping KUBE Maju Bersama yang berdampak pada berkurangnya kepercayaan pihak eksternal terhadap pengelolaan KUBE Maju Bersama. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is entitled Capacity Building of Joint Business Groups (KUBE) in Business Unit Management in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The existence of KUBE aims to strengthen the capacity of the poor in increasing their income and ability to do business so that they are able to meet their needs independently and increase social solidarity. One of the KUBEs with the most complete type of business is KUBE Maju Bersama in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. However, with a complete business, their income does not increase consistently. This shows that there is no readiness of resources and management in KUBE management and it is feared that their existence is only in name. The purpose of this study was to describe and look for factors causing the capacity development of joint business groups (KUBE) in managing business units in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. This study uses the organizational capacity model of Horton, et al, (2003) which includes two aspects, namely Resources and Management. The method used in this research is descriptive qualitative method. The informant selection technique in this research is using purposive sampling technique. Data collection used in-depth interviews, observation and documentation. The data analysis method used is interactive analysis method. Validity by using triangulation. The results showed thatthere has been no improvement in the capacity development of the management in managing KUBE Maju Bersama. There are still some aspects that still need to be improved. In the aspect of organizational resources, the staff of KUBE Maju Bersama Karangnangka already understand the main tasks and functions but there has never been any training, the availability of infrastructure and the use of technology has not been able to be fulfilled, financial resources are only for operational needs. In the management aspect, the leadership carries out three of the four leadership functions, namely the instructive function, consultative function, and participatory function, the management process in the planning and implementation stages there are still obstacles in its realization, in the management of KUBE business units Forward Together the coordination built on internal KUBE runs well. |
| Kata kunci | Manajemen Publik, Kapasitas Organisasi, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) |
| Pembimbing 1 | Dr. Tobirin, M. Si. |
| Pembimbing 2 | Dra. Lilis Sri Sulistiani, M. M. |
| Pembimbing 3 | Dr. Bambang Tri Harsanto, M. Si. |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2022-05-23 10:15:34.646177 |