Artikel Ilmiah : A1F018089 a.n. RIFKI DWI PRASTOMO

Kembali Update Delete

NIMA1F018089
NamamhsRIFKI DWI PRASTOMO
Judul ArtikelKARAKTERISIK BIODEGRADABLE FILM BERBAHAN DASAR TAPIOKA TERMODIFIKASI DENGAN GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pengemasan adalah suatu bahan yang diproduksi dengan fungsi utama untuk melindungi produk. Plastik merupakan bahan pengemas yang banyak diminati karena harganya yang terjangkau dan mampu memberikan perlindungan yang baik terhadap suatu produk. Akan tetapi, penggunaan plastik dalam jangka panjang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan karena waktu degradasi yang lama. Oleh karena itu, diperlukan suatu alternatif bahan pengemas yang lebih ramah lingkungan dan memiliki waktu degradasi yang relatif singkat, salah satunya adalah biodegradable film. Faktor pertama adalah metode modifikasi pati yang terdiri dari tiga taraf yaitu asetilasi (M1), autoclaving-cooling (M2), dan fermentasi (M3). Faktor kedua adalah konsentrasi gliserol yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0,5% (G1); 1% (G2); dan 1,5% (G3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor modifikasi pati dan konsentrasi gliserol yang dilakukan berpengaruh terhadap penurunan kadar air, dan penurunan kadar abu biodegradable film.
Abtrak (Bhs. Inggris)Packaging is a material that is produced with the main function of protecting the product. Plastic is a packaging material that is in great demand to be used as packaging material because of its affordable price and able to provide good protection for a product. However, using plastic in the long term it can cause environmentally problems cause long degradation time. Therefore, we need an alternative packaging material that is more environmentally friendly and has a relatively short degradation time, one of which is biodegradable film. The first factor is the starch modification method which consists of three levels, namely acetylation (M1), autoclaving-cooling (M2), and fermentation (M3). The second factor is the concentration of glycerol which consists of three levels, namely 0.5% (G1); 1% (G2); and 1.5% (G3). The results showed that the starch modification and glycerol concentration factor decreasing moisture content and decreasing ash content of biodegradable films.
Kata kuncibiodegradable film, modifikasi pati, gliserol, tapioka
Pembimbing 1Condro Wibowo, S.TP., M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Pepita Haryanti, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2022-05-22 14:37:39.977126
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.