| NIM | I1C018007 |
| Namamhs | KATLEYA MAHARANI WIEGA |
| Judul Artikel | EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEWASA INFEKSI SEPSIS DAN SYOK SEPTIK DI RUMAH SAKIT X DAERAH AJIBARANG
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Sepsis dan syok septik merupakan suatu kondisi medis serius yang dapat menyebabkan kematian. Secara umum, sepsis dan syok septik disebabkan karena penyakit infeksi sehingga salah satu terapinya adalah menggunakan antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi mikroba patogen. Beberapa antibiotik yang digunakan untuk pasien sepsis dan syok septik menunjukkan tingkat resistensi yang tinggi. Untuk mencegah ketidaktepatan penggunaan antibiotik dikemudian hari, perlu dilakukannya evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien sepsis dan syok septik. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional secara retrospektif dengan data adalah rekam medis pasien sepsis dan syok septik yang dirawat di Rumah Sakit X Ajibarang periode Januari 2018-Desember 2020. Pengambilan data dilakukan dengan cara total sampling. Analisis data menggunakan metode Gyssens yang dimulai dari kategori VI - kategori 0 dengan mengikuti pedoman utama PPA Rumah Sakit X Ajibarang 2020 dan pedoman lain yang mendukung. Selanjutnya dilakukan juga analisis menggunakan metode ATC/DDD sesuai pedoman dari WHO tahun 2022. Hasil analisis evaluasi kualitas penggunaan antibiotik 20 pasien yang masuk kriteria inklusi menunjukkan pasien yang masuk ke kategori 0 (tepat penggunaan) sebanyak 3 pasien (15%), sementara yang masuk ke kategori I-IV (penggunaan antibiotik tidak tepat) sebagai berikut : kategori I sebanyak 2 pasien (10%) ; kategori IIa sebanyak 5 pasien (25%) ; kategori IVa sebanyak 7 pasien (35%) ; kategori IVb sebanyak 1 pasien (5%) ; dan kategori IVd sebanyak 2 pasien (10%). Hasil analisis kuantitas penggunaan antibiotik menggunakan metode ATC/DDD didapatkan bahwa nilai DDD tertinggi yaitu pada antibiotik seftriakson sebesar 47,857 DDD/100 Patient day. Antibiotik seftriakson dievaluasi penggunaannya lebih lanjut karena menjadi penyebab banyaknya antibiotik yang tidak tepat dibanding yang tepat pada penelitian ini. Hasil evaluasi kualitas penggunaan antibiotik yang tidak tepat lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan antibiotik yang tepat,hal ini menunjukkan bahwa masih banyak terjadi ketidakrasionalan dalam penggunaan antibiotik yang berakibat meningkatkan kemungkinan kejadian resistensi. Hasil evaluasi kuantitas penggunaan antibiotik menunjukkan semakin besar nilai total DDD/100 patient days,maka penggunaan antibiotik juga semakin tinggi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sepsis and septic shock are serious medical conditions that causes death. In general, sepsis and septic shock are caused by infection which is why one of the therapies is by using antibiotic. Inappropriate use of antibiotics can cause resistance of pathogenic microbes. Several antibiotics used for patients with sepsis and septic shock show a high level of resistance. To prevent inappropriate use of antibiotics in the future, it is necessary to evaluate the use of antibiotics in patients with sepsis and septic shock. This research is observational descriptive retrospectively by using the data from medical records of patients with sepsis and septic shock who were being hospitalized in Hospital X Ajibarang region from January 2018 to December 2020. Data collection is done by total sampling. Data analysis used the Gyssens method starting from category VI - category 0 by following the main guidelines PPA Hospital X in Ajibarang 2020 and other supporting guidelines. Also, the next analysis using the ATC/DDD method following the guidelines from the WHO in 2022. Quality evaluation analysis result of the use of antibiotics in 20 patients that includes in inclusion criteria which indicates there are 3 patients (15%) included in category 0 (appropriate use), while those that included in categories I-IV (inappropriate use of antibiotics) are described as follows : 2 patients (10%) included in category I ; 5 patients (25%) included in category IIa ; 7 patients (35%) included in category IVa ; 1 patient (5%) included in category IVb ; and 2 patients (10%) included in category IVd. Furthermore, quantity analysis result of the use of antibiotics that indicates the highest DDD score is on ceftriaxone 47,857 DDD/100 Patients day based on ATC/DDD method. The most widely used antibiotic, namely ceftriaxone, was evaluated for its use further because it was the cause of the number of inappropriate antibiotics compared to appropriate antibiotics in this study. The quality evaluation result of the inappropriate use of antibiotics is much more than the appropriate use of antiobiotics, this shows that irrationality of antibiotics is still common which increases the likelihood of resistance. The quantity evaluation result of the use of antibiotics indicates that the greater the total value of DDD/100 patient day, the higher the use of antibiotics. |
| Kata kunci | Sepsis, Syok Septik, antibiotik, Gyssens, ATC/DDD |
| Pembimbing 1 | apt. Dewi Latifatul Ilma, M.Clin.Pharm |
| Pembimbing 2 | apt. Masita Wulandari Suryoputri, M.Sc. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 104 |
| Tgl. Entri | 2022-05-18 11:21:17.238032 |
|---|