| NIM | F1D017007 |
| Namamhs | THOMAS RIZKI ALI |
| Judul Artikel | STRATEGI BERTAHAN JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA BANJARNEGARA TERHADAP DISKRIMINASI KEAGAMAAN TAHUN 2018 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | diskriminasi yang diterima dan strategi bertahan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Banjarnegara terhadap diskriminasi keagamaan pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan paradigma konstruktivisme, dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa diskriminasi yang dialami oleh JAI Banjarnegara, berjenis diskriminasi tidak langsung, dengan menggunakan kebijakan untuk menghambat JAI Banjarnegara. Tindakan tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, antaranya; Pertama, Prejudice Kelompok Islam Mayoritas, Kedua, Relasi Kuasa Elitis Islam Mayoritas Sebagai Kelompok Penekan. Ketiga, Miskinnya Jejaring (Networking) Jemaat Ahmadiyah Banjarnegara. Kemudian Strategi yang digunakan JAI Banjarnegara dalam merespon hal tersebut, agar komunitasnya tetap hidup, dilakukan dengan; Pertama, Pemanfaatan Struktur Kesempatan Politik dan Identitas Kolektif, digunakan jemaat Ahmadiyah dalam membantu mengadakan gerakan perpindahan (migratory movement). Kedua, Sikap Humanisme-Altruistik Sebagai Cultural Framing, dengan menciptakan produktifitas yang menampilkan aksi humanisme untuk merekonstruksi wajah organisasinya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research article aims to identify and describe the causes of discrimination received and the Banjarnegara Indonesian Ahmadiyah Congregation's (JAI) survival strategy against religious discrimination in 2018. This study uses a qualitative descriptive method, with a constructivism paradigm, and a case study approach. The results of the study revealed that the discrimination experienced by JAI Banjarnegara was an indirect type of discrimination, using policies to hinder JAI Banjarnegara. This action was motivated by several reasons, among others; First, Prejudice of Islamic Groups, Second, Elite Power Relations of Islam as a Pressure Group. Third, the poor network of the Banjarnegara Ahmadiyya Congregation. Then the strategy used by JAI Banjarnegara in responding to this, in order to keep the community alive, was carried out by; First, Taking advantage of Political Opportunities and Collective Identity, used by the Ahmadiyya congregation in regulating the migration movement. Second, Humanism-Altruistic Attitude as Cultural Framing, by creating productivity that displays humanism actions to reconstruct the face of the organization. |
| Kata kunci | Diskriminasi Keagamaan, Strategi Bertahan, Ahmadiyah |
| Pembimbing 1 | Bowo Sugiarto, S.IP., M.Si |
| Pembimbing 2 | Ahmad Sabiq, S.IP., MA |
| Pembimbing 3 | Drs. Bambang Suswanto, M.Si |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | 2022-05-16 18:01:47.008735 |
|---|