Artikel Ilmiah : A1A116021 a.n. SEKAR AULIA DEWI

Kembali Update Delete

NIMA1A116021
NamamhsSEKAR AULIA DEWI
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN
PENGRAJIN SAPU IJUK (Studi Kasus di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari,
Kabupaten Purbalingga)

Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Kajongan merupakan salah satu desa di Kabupaten Purbalingga yang terkenal dengan industri kerajinan sapu ijuk. Industri kerajinan sapu ijuk sudah ditekuni puluhan tahun hingga saat ini oleh beberapa masyarakat di Desa Kajongan, namun pengrajin sapu ijuk di Desa Kajongan mengalami penurunan pendapatan dikarenakan jumlah penjualan yang menurun akibat pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah sebagai dampak pandemi Covid-19. Beberapa faktor yang turut memberikan pengaruh terhadap pendapatan yaitu modal usaha, tenaga kerja, pengalaman usaha dan tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Besarnya pendapatan pada usaha pembuatan sapu ijuk di Desa Kajongan; (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan serta (3) Kelayakan usaha pengrajin sapu ijuk di Desa Kajongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Besarnya pendapatan para pengrajin sapu ijuk Desa Kajongan sebesar Rp3.371.593. 2) Hasil uji hipotesis diperoleh bahwa terdapat pengaruh modal usaha, jumlah tenaga kerja, pengalaman usaha dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan. 3) Usaha kerajinan sapu ijuk di Desa Kajongan memiliki nilai R/C Ratio 1,62 serta nilai titik impas atas dasar unit sebesar 7 unit sapu ijuk dan titik impas atas dasar penerimaan sebesar Rp87.038. Berdasarkan hasil pengujian kelayakan usaha R/C Ratio dan Break Even Point, maka dapat dikatakan bahwa usaha kerajinan sapu ijuk ini masih layak untuk dijalankan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kajongan Village is one of the villages in Purbalingga Regency which is famous for its broom craft industry. The ijuk broom craft industry has been pursued for decades until now by some communities in Kajongan Village, but ijuk broom craftsmen in Kajongan Village have decreased income due to declining sales due to social restrictions imposed by the government as a result of the Covid-19 pandemic. Some factors that also affect income are business capital, labor, business experience and education level. This study aims to find out and analyze: (1) The amount of income in the ijuk broom making business in Kajongan Village, (2) Factors that affect income and (3) The feasibility of the business of ijuk broom craftsmen in Kajongan Village. This study uses a quantitative approach. The results showed that 1) The amount of income of the kajongan village broom craftsmen amounted to Rp3,371,593. 2) The results of the hypothesis test obtained that there was an influence of business capital, the amount of labor, business experience and education level on income. 3) The ijuk broom craft business in Kajongan Village has an R / C Ratio of 1.62 and a break-even point value on the basis of a unit of 7 units of ijuk broomsticks and breakeven points on the basis of receipt of Rp87,038. Based on the results of the R / C Ratio and Break Even Point business feasibility tests, it can be said that this ijuk broom craft business is still feasible to run.
Kata kunciModal Usaha, Tenaga Kerja, Pengalaman Usaha, Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Usaha
Pembimbing 1Ir. Sri Widarni, M. Si.
Pembimbing 2Ir. Adwi Herry K. E., M. P.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2022-05-07 16:57:27.014707
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.