Artikel Ilmiah : D1A017181 a.n. RIVQI ANGGIE PUTRA

Kembali Update Delete

NIMD1A017181
NamamhsRIVQI ANGGIE PUTRA
Judul ArtikelPENGARUH LEVEL DAN CARA PEMBERIAN MADU TERHADAP SUSUT MASAK DAN
DAYA IKAT AIR DAGING PUYUH JANTAN (Coturnix-coturnix japonica)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level dan cara
pemberian madu murni terhadap susut masak dan daya ikat air daging puyuh jantan.
Penelitian telah dilaksanakan mulai tanggal 4 Desember 2020 sampai 15 Januari 2021 di
Ketapang Farm, Desa Sokaraja Kulon. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
puyuh jantan umur 3 minggu berjumlah 100 ekor yang dipelihara selama 6 minggu.
Bahan yang digunakan sebagai perlakuan ialah madu randu. Percobaan dilakukan
dengan metode eksperimental dan menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap
(RAL). Rancangan terdiri dari 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali
dengan masing – masing ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh jantan. Perlakuan terdiri dari
C0M0 ; Tanpa perlakuan (kontrol) ; C1M1 : Pakan disuplementasi madu 2,5 ml ; C1M2 :
Pakan disuplementasi madu 5 ml ; C2M1 : Air minum disuplementasi madu 2,5 ml ;
C2M2 : Air minum disuplementasi madu 5 ml. Peubah yang diamati meliputi susut
masak dan daya ikat air daging puyuh jantan. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa
pemberian madu melalui pakan dan air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05)
terhadap susut masak dan daya ikat air daging puyuh jantan. Rataan hasil susut masak
daging puyuh jantan yaitu C0M0 : 24,25 ± 32,69 ; C1M1 : 28,75 ± 38,71 ; C1M2 : 25,75
± 34,61 ; C2M1 : 28,75 ± 38,76 ; C2M2 : 26,5 ± 35,58. Rataan hasil daya ikat air daging
puyuh jantan yaitu : C0M0 : 48,92 ± 13,69 ; C1M1 : 50,47 ± 14,31 ; C1M2 : 55,04 ± 17,16
; C2M1 : 55,39 ± 18,76 ; C2M2 : 55,57 ± 12,13. Penelitian tersebut dapat disimpulkan
bahwa pemberian madu 0 mL, 2,5 mL , dan 5 mL melalui pakan dan air minum
menghasilkan susut masak dan daya ikat air daging puyuh jantan relatif sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this study was to determine the effect of the level and method
of giving pure honey on cooking loss and water holding capacity of male quail meat. The
research has been carried out from December 4, 2020 to January 15, 2021 at Ketapang
3
Farm, Sokaraja Kulon Village. The material used 100 male quails aged 3 weeks which
were reared for 6 weeks. The material used as a treatment is randu honey. The
experiment was carried out using experimental methods and using Completely
Randomized Design (CRD) analysis. The design consisted of 5 treatments and each
treatment was repeated 4 times with each replication consisting of 5 male quail. The
treatments consisted of C0M0 ; without treatment (control); C1M1: feed ration and 2.5
ml honey; C1M2 : feed ration and 5 ml honey; C2M1 : drinking water and 2.5 ml honey;
C2M2 : Drinking water and 5 ml honey. The observed variables included cooking loss
and water holding capacity of male quail meat. The results of the analysis of variance
showed that giving honey through feed and drinking water had no significant effect
(P>0.05) on cooking loss and water holding capacity of male quail meat. The average
cooking loss of male quail meat was C0M0: 24.25 ± 32.69; C1M1 : 28.75 ± 38.71 ; C1M2
: 25.75 ± 34.61 ; C2M1 : 28.75 ± 38.76 ; C2M2 : 26.5 ± 35.58. The average water holding
capacity of male quail meat is: C0M0: 48.92 ± 13.69; C1M1 : 50.47 ± 14.31 ; C1M2 : 55.04
± 17.16 ; C2M1 : 55.39 ± 18.76 ; C2M2 : 55.57 ± 12.13. It can be concluded that the
administration of 0 mL, 2.5 mL, and 5 mL of honey through feed and drinking water
resulted in cooking loss and water holding capacity of male quail meat were relatively
the same.
Kata kunciMale quail, Honey, Cooking loss, Water holding capacity
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, MP
Pembimbing 2Dr. sc. Agr. Ir. H. R. Singgih Sugeng Santosa, MP
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2022-02-28 16:16:04.534384
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.