Artikel Ilmiah : F1A017039 a.n. ADHYTIA MAHENDRA

Kembali Update Delete

NIMF1A017039
NamamhsADHYTIA MAHENDRA
Judul ArtikelFENOMENA KEKERASAN SEKSUAL DI KAMPUS (STUDI ADVOKASI KEBIJAKAN KEKERASAN SEKSUAL DENGAN METODE PARTICIPATORY ACTION RESEARCH DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kekerasan seksual menjadi isu yang selalu hangat dibahas karena permasalahan ini banyak terjadi di sekitar kita. Kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi, tak terkecuali Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Penelitian ini mengangkat permasalahan kekerasan seksual di Unsoed dengan tujuan menggambarkan fenomena sekaligus mengupayakan perubahan kebijakan untuk mencegah dan menangani permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode action research jenis collaborative dengan pendekatan kualitatif. Peneliti tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga turut berperan memecahkan masalah. Oleh karena itu, penelitian ini melibatkan para pihak yang diharapkan dapat membawa perubahan guna meminimalisasi tindak kekerasan seksual di Unsoed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seksual juga terjadi di Unsoed namun “tak terlihat.” Dari sisi kebijakan, Unsoed belum maksimal dan serius melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Materi edukasi perihal kekerasan seksual dan isu gender pun belum diberikan secara komprehensif di semua fakultas. Hanya lima dari total dua belas fakultas di Unsoed yang mendapatkan materi tesebut. Yaitu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), dan Fakultas Kedokteran (FK) yang mengajarkan materi gender dalam mata kuliah. Oleh karena itu, terdapat ketimpangan pengetahuan dan kurangnya kesadaran sivitas akademika perihal isu kekerasan seksual. Hal itu menyebabkan mereka, secara sadar atau tidak, menjadi agen sosial yang terus melanggengkan kekerasan seksual. Kekerasan seksual dapat mengancam siapa saja sehingga apabila terus dibiarkan akan terbentuk rape culture, di mana masyarakat menganggap kekerasan seksual sebagai suatu hal yang wajar. Unsoed sebagai institusi pendidikan wajib memenuhi dan melindungi hak-hak sivitas akademika dengan menjunjung tinggi pengarustamaan gender berlandaskan Pancasila dan nilai-nilai Jati Diri Unsoed.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sexual violence is an issue that is always hotly discussed because this problem is happening all Sexual violence is an issue that is always hotly discussed because this problem is happening all around us. Sexual violence can occur anywhere and anytime, including in higher education environments, including Jenderal Sudirman University (Unsoed). This study raises the issue of sexual violence in Unsoed with the aim of describing the phenomenon as well as seeking policy changes to prevent and deal with these problems. This research uses a collaborative action research method with a qualitative approach. Researchers not only conduct research, but also play a role in solving problems. Therefore, this research involves parties who are expected to bring about change in order to minimize acts of sexual violence in Unsoed. The results showed that sexual violence also occurred in Unsoed but was “invisible.” In terms of policy, Unsoed has not been maximal and serious in preventing and handling sexual violence. Educational materials regarding sexual violence and gender issues have not been provided comprehensively in all faculties. Only five out of a total of twelve faculties at Unsoed received this material. Namely, the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), the Faculty of Law (FH), the Faculty of Health Sciences (Fikes), the Faculty of Cultural Sciences (FIB), and the Faculty of Medicine (FK) which teach gender material in courses. Therefore, there is a lack of knowledge and lack of awareness of the academic community regarding the issue of sexual violence. This causes them, consciously or not, to become social agents who continue to perpetuate sexual violence. Sexual violence can threaten anyone so that if it continues, a rape culture will be formed, in which people consider sexual violence as a natural thing. Unsoed as an educational institution is obliged to fulfill and protect the rights of the academic community by upholding gender mainstreaming based on Pancasila and the values of Unsoed's Identity.
Kata kunciKekerasan Seksual, Penelitian Tindakan, Universitas Jenderal Soedirman
Pembimbing 1Tyas Retno Wulan
Pembimbing 2Soetji Lestari
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri2022-02-23 10:37:21.809759
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.