Artikel Ilmiah : B1A017092 a.n. RIZKA AULIARAHMA

Kembali Update Delete

NIMB1A017092
NamamhsRIZKA AULIARAHMA
Judul ArtikelKepadatan dan Keragaman Spora Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Perakaran Bawang Merah (Allium cepa) Menggunakan Model Tanah Tercemar Limbah Batik
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pembuangan limbah cair batik ke sistem perairan masih dilakukan oleh beberapa pelaku industri yang belum memahami dampak negatif akibat kegiatan tersebut. Irigasi dari sungai tercemar dapat menyebabkan kerusakan lahan pertanian. Limbah cair batik menyebabkan akumulasi logam berat pada lahan pertanian sehingga produktivitas tanah dan hasil pertanian menurun. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) sebagai agen bioremediasi. FMA yang berasosiasi dengan tanaman inang dapat melindungi tanaman dari cekaman logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis FMA terhadap kepadatan spora FMA pada perakaran bawang merah menggunakan model tanah tercemar limbah batik dan mengetahui keragaman genus spora FMA pada perakaran bawang merah menggunakan model tanah tercemar limbah batik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang digunakan ada 5 dengan 4 kali ulangan, yaitu pemberian FMA 0 g, 30 g, 60 g, 90 g, 120 g pada tanah yang tercemar limbah batik. Variabel bebas yaitu dosis FMA. Variabel terikat yaitu kepadatan dan keragaman genus spora. Parameter utama yang diamati adalah jumlah dan genus spora FMA sedangkan parameter pendukungnya adalah pH tanah. Data kepadatan spora FMA dianalisis dengan uji ANOVA dengan standar kesalahan 5% dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Keragaman genus spora FMA dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FMA berpengaruh sangat nyata terhadap kepadatan spora FMA pada perakaran bawang merah menggunakan model tanah tercemar limbah batik dan menunjukkan adanya keragaman genus spora Glomus, Acaulospora, dan Gigaspora.
Abtrak (Bhs. Inggris)Several batik industry dump their waste water into the water system despite the consequence of their actions. Irrigation from polluted rivers can damage to farmland. Batik waste water can cause the accumulation of heavy metal so that can reduce soil productivity and agricultural production. The use of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) as a bioremediation agent is one option to overcome this issue. AMF associated with host plants can protect plants from heavy metal stress. This research aims to determine the effect of AMF to the density and diversity of AMF spores on red onion roots that had been planted in soil contaminated with batik waste water. This research used experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The treatment consisted of five dose levels AMF (0g, 30g, 60g, 90g, 120g). Each treatment was repeated 4 times. The independent variable was AMF dose, while the dependent variable was the density and diversity of AMF spore genus. The main parameters obeserved were the number and genus of AMF spores, while the supporting parameter was soil pH. The ANOVA test with standard error 5% was used to evaluate AMF spore density data, followed by Honestly Significant Different (HSD) test. The diversity of AMF spore genus was analyzed with descriptive analysis. The result showed that AMF had a significant effect on the density of AMF spores and there was a diversity of AMF spores from genus Glomus, Acaulospora, and Gigaspora on red onion roots that was planted in soil contaminated with batik waste water.
Kata kunciFungi Mikoriza Arbuskula, kepadatan spora, keragaman spora, limbah batik
Pembimbing 1Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M. Sc.
Pembimbing 2Dra. Endang Sri Purwati, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2022-02-13 17:53:29.336016
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.