Artikel Ilmiah : G1A017098 a.n. NANDA ARIFIN ARIF

Kembali Update Delete

NIMG1A017098
NamamhsNANDA ARIFIN ARIF
Judul ArtikelAnalisis Faktor Risiko Skabies di Panti Baiti Jannati Purwokerto Barat
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang: Skabies merupakan salah satu kondisi dermatologis paling umum yang berkontribusi besar terhadap penyakit-penyakit kulit, khususnya di negara berkembang. Pencegahan menjadi strategi yang dilakukan, dimulai dengan mengidentifikasi faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian skabies dan setelah itu dilakukan modifikasi faktor risiko penyakit.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor risiko skabies di Panti Baiti Jannati Purwokerto Barat
Metode penelitian: Penelitian observasional analitik ini mengambil populasi seluruh anak Panti Baiti Jannati Purwokerto. Desain potong lintang dengan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling diterapkan pada penelitian ini. Diagnosis skabies berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik terhadap responden oleh seorang dokter umum. Kuesioner tervalidasi digunakan untuk mengukur berbagai variabel seperti personal hygiene, tingkat pengetahuan, penggunaan barang bersama, serta lamanya tinggal. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher dan Kolmogorov-Smirnov sedangkan analisis multivariat dengan uji regresi logistik
Hasil: Prevalensi skabies di Panti Baiti Jannati dilaporkan sebesar 27%. Faktor risiko yang berpengaruh diantaranya adalah tingkat pengetahuan (p=0,024) dan personal hygiene (p=0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan satu faktor risiko skabies yang bermakna, yakni personal hygiene (aOR=18,30; p=0,043).
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan kualitas personal hygiene merupakan faktor risiko kejadian skabies di Panti Asuhan Baiti Jannati.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Scabies is one of the most common dermatological conditions that contributes greatly to skin diseases, especially in developing countries. Prevention is a strategy that is carried out, starting with identifying risk factors related to the incidence of scabies and after that modification of disease risk factors is carried.
Objective: Identify the risk factors for scabies at the Baiti Jannati Nursing Home, Purwokerto Barat.
Methods: This analytic observational study took the entire population of the children of Baiti Jannati Nursing Home Purwokerto. A cross-sectional design with sampling using the total sampling method was applied to this study. The diagnosis of scabies is based on anamnesis and physical examination of the respondent by a general practitioner. Validated questionnaires were used to measure various variables such as personal hygiene, knowledge level, use of shared items, and length of stay. Bivariate analysis performed using chi-square test with alternative Fisher and Kolmogorov-Smirnov test, while multivariate analysis performed with logistic regression test
Results: The prevalence of scabies in the Baiti Jannati Nursing Home was reported at 27%. The risk factors that influence include the level of knowledge (p = 0.024) and personal hygiene (p = 0.001). Logistic regression analysis showed one significant risk factor for scabies, namely personal hygiene (aOR=18.30; p=0.043).
Conclusion: The knowledge level and quality of personal hygiene are the risk factor for the incidence of scabies at the Baiti Jannati Nursing Home.
Kata kunciSkabies, personal hygiene, pengetahuan, lama tinggal, penggunaan barang bersama, panti
Pembimbing 1dr. Lieza Dwianasari S. M.Kes
Pembimbing 2dr. M. Zaenuri Syamsu Hidayat,Sp.KF.Msi,Med
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman84
Tgl. Entri2022-01-27 08:18:08.891807
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.