Artikel Ilmiah : F1D017008 a.n. FAKHRUL FIRDAUSI

Kembali Update Delete

NIMF1D017008
NamamhsFAKHRUL FIRDAUSI
Judul ArtikelPersonalisasi Partai Politik dan Faksionalisasi Anis Matta di Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji gejala personalisasi dan faksionalisasi yang
mewarnai suksesi kandidat ketua partai/capres partai jelang Pemilu 2014 dan 2019
di PKS antara kubu Faksi Keadilan dan Faksi Kesejahteraan. Tujuan penelitian ini
adalah: 1) memahami dan mendeskripsikan personalisasi partai politik dan
faksionalisasi Anis Matta di Partai Keadilan Sejahtera (PKS); 2) Memahami dan
menjelaskan faktor-faktor kontekstual yang mendukung personalisasi partai politik
dan faksionalisasi Anis Matta di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berlokasi di di DKI
Jakarta, khususnya di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera
(DPP PKS) ataupun kantor Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelombang Rakyat
(DPN Partai Gelora). Teknik pemilihan informan menggunakan metode purposive
sampling dan snowball sampling. Peneliti mewawancarai sebelas orang yang terdiri
dari pengurus DPP PKS, pengurus DPN Partai Gelora yang juga eks kader PKS,
serta kader-kader ideologis PKS di daerah. Sedangkan teknik pengumpulan data
menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik analisis
data yang digunakan adalah dengan teknik analisis data interaktif. Sedangkan untuk
keabsahan data menggunakan triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini adalah telah terjadi fenomena personalisasi dan
faksionalisasi ketika Anis Matta masih berada di PKS. Image PKS sebagai partai
kader yang tidak bergantung pada sosok atau figur elite tertentu seolah buyar karena
dominasi ketokohan Anis Matta. Sepanjang berkiprah di PKS, Anis Matta mampu
menjadi Sekjen tak tergantikan selama lima belas tahun, membangun AMPM
sebagai brand personal yang seolah lebih utama dibandingkan partai, dan ada upaya
serius yang dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan saat menjabat sebagai
Presiden PKS. Kemudian Anis Matta juga menjadi sosok penting dibalik
pembelahan faksional PKS, yakni antara Faksi Keadilan dan Faksi Kesejahteraan.
Istilahnya berganti menjadi Osan (orang sana) yang dianggap cenderung loyal
kepada Anis Matta atau mereka yang tidak berkuasa lagi (Anis Matta, Fahri
Hamzah, Mahfudz Siddiq dkk), dan Osin (orang sini) yang dianggap loyal ke partai
atau kubu yang sedang berkuasa saat ini (rezim Salim Segaf Al-Jufri dan Sohibul
Iman). Gagasan Anis Matta tentang partai terbuka menjadi awal mula pembelahan
faksional di PKS yang sampai melahirkan konflik internal sampai terbentuknya
Partia Gelora. Faksionalisasi di PKS menguat karena personalisasinya Anis Matta
dan benturan ideologis pemikirannya. Anis Matta sebagai pemimpin kharismatik,
sikap tsiqoh kader PKS yang berlebihan, dan pergulatan identitas PKS menjadi
faktor yang mendukung personalisasi dan faksionalisasi Anis Matta di PKS.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study examines the symptoms of personalization and factionalization
that This study examines the symptoms of personalization and factionalization that
characterize the succession of party chairperson/party presidential candidates
ahead of the 2014 and 2019 elections in PKS between the Justice and Welfare
factions. The aims of this study are: 1) to understand and describe the
personalization of political parties and the factionalization of Anis Matta in the
Prosperous Justice Party (PKS); 2) Understand and explain the contextual factors
that support the personalization of political parties and the factionalization of Anis
Matta in the Prosperous Justice Party (PKS). This study used qualitative research
methods. This research is located in DKI Jakarta, especially in the office of the
Central Executive Board of the Prosperous Justice Party (DPP PKS) or the office
of the National Leadership Council of the People's Wave Party (DPN Gelora
Party). The informant selection technique used purposive sampling and snowball
sampling methods. Researchers interviewed eleven people consisting of PKS DPP
administrators, Gelora Party DPN administrators who were also former PKS
cadres, as well as PKS ideological cadres in the regions. While the data collection
techniques using in-depth interviews and documentation studies. The data analysis
technique used is interactive data analysis technique. As for the validity of the data
using data triangulation.
The result of this research is that there has been a phenomenon of
personalization and factionalization when Anis Matta was still at PKS. The image
of PKS as a cadre party that does not depend on certain elite figures or figures
seems to have been dispersed due to the dominance of Anis Matta's character.
Throughout his tenure at PKS, Anis Matta was able to become the irreplaceable
Secretary General for fifteen years, built AMPM as a personal brand that seemed
to be more important than the party, and there were serious efforts made to
maintain power while serving as PKS President. Then Anis Matta also became an
important figure behind the PKS factional division, namely between the Justice
Faction and the Welfare Faction. The term changed to Osan (people there) who
were considered to tend to be loyal to Anis Matta or those who were no longer in
power (Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq et al), and Osin (people here)
who were considered loyal to the party or camp that was in power at the time. this
(Salim Segaf Al-Jufri and Sohibul Iman regimes). Anis Matta's idea of an open party
became the beginning of the factional division in PKS which led to internal conflict
until the formation of the Partia Gelora. Factionalization in PKS was strengthened
because of Anis Matta's personalization and ideological clashes of his thoughts.
Anis Matta as a charismatic leader, the excessive tsiqoh attitude of PKS cadres,
and the struggle for PKS identity are factors that support the personalization and
factionalization of Anis Matta in PKS.
Kata kunciAnis Matta, Personalisasi, Faksionalisasi, Partai Politik, Karisma, Konflik Internal
Pembimbing 1Ahmad Sabiq, S.IP, M.A
Pembimbing 2Andi Ali Said Akbar, S.IP, M.A
Pembimbing 3Bowo Sugiartom M.Si
Tahun2021
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2022-01-18 09:19:48.098892
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.