Artikel Ilmiah : F1D016033 a.n. JUNED SAPUTRA

Kembali Update Delete

NIMF1D016033
NamamhsJUNED SAPUTRA
Judul ArtikelRELASI KUASA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA TANALUM DI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan relasi kuasa dalam pengembangan Desa Wisata Tanalum di Kabupaten Purbalingga, mengetahui dan menjelaskan pola relasi kuasa dalam pengembangan Desa Wisata Tanalum di Kabupaten Purbalingga, mengetahui dan menjelaskan aktor yang terlibat dalam upaya pengembangan Desa Wisata Tanalum di Kabupaten Purbalingga, serta mengetahui dan menjelaskan faktor pendorong dan penghambat dalam pola relasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalisme dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pola relasi kuasa yang terjadi ketika ketua pokdarwis periode awal sebagai inisiator pengembangan desa wisata memiliki pengaruh yang kuat dalam mengkoordinasikan pemerintah desa, pokdarwis, dan masyarakat. Faktor pendukung dalam relasi seperti ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, dan adanya dukungan dari pemerintah daerah. Sedangkan faktor penghambatnya, yaitu infrastruktur yang belum memadai dan aksesbilitas, serta kurangnya kesadaran masyarakat akan wisata. Kesimpulannya adalah adanya kepentingan yang dibangun guna mendapatkan pengaruh dan kekuasaan yang ingin dicapai, pengaruh dan kekuasaan sendiri didapatkan melalui relasi yang dibangun oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This article aim to understand and describe power relations in development of Tanalum Tourist Village in Purbalingga Regency, knowing and explaining the actors involved in development of Tanalum Tourist Village in Purbalingga Regency, knowing and explain the factors that support and hinder the pattern of the relationship. This research uses a qualitative method and a case study approach in the frame of structuralism perspective and constructivism paradigm. The result of the study revealed that the pattern of relationships where the first leader tourism aware group as the initiator development tourist village have a strong influence in coordinating village government, tourism aware group, and the community. Supporting factors in relations such as abudance of natural resource, and the exsistence of local government support. While the inhibiting factors are: inadequate infrastructure and accesbility, lack of public awareness of tourism. The conclusion is that of several actors who have interest in getting power and influence to be achieved, the power and influence itself is achieved through the relations built by the parties concerned.
Kata kuncipolitik pariwisata, ekonomi politik, relasi kuasa, pengembangan, desa wisata
Pembimbing 1Triana Ahdiati, M.Si.
Pembimbing 2Bowo Sugiarto, M.Si.
Pembimbing 3Dr. Indaru Setyo Nurprojo, S.IP., M.A.
Tahun2022
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri2022-01-17 18:14:53.474758
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.