Artikel Ilmiah : E2A019044 a.n. JOKO PRAMONO

Kembali Update Delete

NIME2A019044
NamamhsJOKO PRAMONO
Judul ArtikelPELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI DAN KORBAN ANAK TINDAK PIDANA SODOMI
DI WILAYAH KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)JOKO PRAMONO, Program Study Magister Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, “Pelaksanaan Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dan Korban Anak Tindak Pidana Sodomi Di Wilayah Kabupaten Cilacap”. Komisi Pembimbing, Ketua. Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., Anggota Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan dan kendala dalam perlindungan hukum bagi anak sebagai korban tindak pidana Sodomi di wilayah Kabupaten Cilacap. Pendekatan yuridis sosiologis, bersifat deskriptif, Lokasi Penelitian Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap, Unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Sat Reskrim Polres Cilacap. Pengumpulan data primer dengan wawancara, data sekunder studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian, data di analisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap saksi dan korban anak tindak pidana sodomi di wilayah Kabupaten Cilacap, belum dilaksanakan secara optimal sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Pada dasarnya LPSK tidak terlibat dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap saksi dan korban anak tindak pidana sodomi di wilayah Kabupaten Cilacap.
Kendala dalam pelaksanaan perlindungan hukum bagi anak sebagai korban Tindak Pidana Sodomi di wilayah Kabupaten Cilacap meliputi kendala dari Subsistem Struktur, meliputi : Kekurangan jumlah SDM karena idealnya SDM yang dibutuhkan adalah 15 (lima belas) orang namun yang ada hanya 7 (tujuh) orang, masih terdapat kekurangan 8 (delapan) orang, dan lamanya hasil visum et repertum yang dikeluarkan oleh RSUD Cilacap, dan Subsistem Kultur, yaitu : Kondisi dan karakter korban yang berbeda-beda dan kurang terbuka karena kebanyakan malu serta takut untuk bercerita sehingga menghambat proses intervensi selanjutnya dan memakan waktu lama pelayanan di RPTC. Tertutupnya akses dari korban serta lingkungan saksi korban sodomi mengakibatkan kasus tersebut rentan terulang kembali.


Kata kunci : Pelaksanaan, Perlindungan Hukum, Saksi dan Korban Anak, Tindak Pidana Sodomi
Abtrak (Bhs. Inggris)JOKO PRAMONO, Master of Law Study Program, Jenderal Soedirman University, "Implementation of Legal Protection Against Witnesses and Child Victims of the Crime of Sodomy in the Cilacap Regency Region". Advisory Committee, Chair. Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., Member of Dr. Budiyono, S.H., M. Hum.
The purpose of this study is to analyze the implementation and obstacles in legal protection for children as victims of the crime of Sodomy in the Cilacap Regency area. Sociological juridical approach, descriptive in nature, Research Locations Trauma Center Protection House (RPTC) Social Service of Cilacap Regency, Office of Family Planning, Women's Empowerment and Child Protection in Cilacap Regency, Women and Child Protection Unit (PPA) Sat Reskrim Polres Cilacap. Primary data collection by interview, secondary data literature study. The data is presented in the form of a description, the data is analyzed qualitatively.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that legal protection for witnesses and child victims of the crime of sodomy in the Cilacap Regency area has not been implemented optimally in accordance with the mandate contained in Law Number 31 of 2014 concerning Amendments to Law Number 13 2006 concerning the Protection of Witnesses and Victims. Basically, LPSK is not involved in the implementation of legal protection for witnesses and child victims of the crime of sodomy in the Cilacap Regency area.
Obstacles in implementing legal protection for children as victims of the Crime of Sodomy in the Cilacap Regency area include constraints from the Structure Subsystem, including: Lack of human resources because ideally the required human resources are 15 (fifteen) people but there are only 7 (seven) people, still there is a shortage of 8 (eight) people, and the length of the visum et repertum results issued by the Cilacap Hospital, and the Culture Subsystem, namely: The conditions and characters of the victims are different and less open because most of them are shy and afraid to tell stories so that it hinders the process of further intervention and takes a long time to serve at the RPTC. The closed access of victims and the environment of witnesses for victims of sodomy makes the case vulnerable to reoccurrence.

Keywords: Implementation, Legal Protection, Child Witness and Victims, Crime of Sodomy

Kata kunciPelaksanaan, Perlindungan Hukum, Saksi dan Korban Anak, Tindak Pidana Sodomi
Pembimbing 1Dr. Angkasa, S.H., M.Hum
Pembimbing 2Dr. Budiyono, S.H., M.Hum
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman142
Tgl. Entri2022-01-04 11:00:26.266169
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.