Artikel Ilmiah : I1C017049 a.n. RIFDAH HASNADENA AIMAN

Kembali Update Delete

NIMI1C017049
NamamhsRIFDAH HASNADENA AIMAN
Judul ArtikelNarrative Review: Tatalaksana Nyeri Kepala di Apotek
Abstrak (Bhs. Indonesia)Nyeri kepala merupakan salah satu keluhan yang banyak dialami masyarakat di seluruh dunia dan dapat diatasi secara swamedikasi. Meskipun swamedikasi memiliki beberapa manfaat, namun tetap berisiko menimbulkan bahaya jika dilakukan tanpa pengawasan apoteker. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan tatalaksana nyeri kepala di apotek yang aman, efektif, dan acceptable dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko yang diterima pasien nyeri kepala. Penelitian ini menggunakan desain narrative review. Penelusuran artikel dilakukan dengan memasukkan kata kunci “headache, classification, pathophysiology, management, side effect, adverse event, drug interaction, toxicity, non-pharmacologic, education” pada database Pubmed, Cochrane, Google Scholar, Garuda, dan Neliti. Artikel yang didapat dari penelusuran selanjutnya diseleksi berdasarkan kriteria inklusi, kemudian diekstraksi dan dianalisis untuk diambil kesimpulan berdasarkan pertanyaan penelitian yang ditulis dalam bentuk naratif. Tatalaksana nyeri kepala di apotek dapat dilakukan dengan penggunaan obat anti nyeri kepala yang dapat diberikan secara swamedikasi seperti parasetamol, aspirin, ibuprofen, dipiron, dan asam mefenamat, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dengan kafein. Penambahan antiemetik seperti metoklopramid juga dapat dilakukan untuk meredakan gejala mual atau muntah pada pasien nyeri kepala. Pasien cluster headache (CH), pasien yang memiliki tanda atau gejala red flags, penggunaan analgesik saja tidak dapat meredakan nyeri kepala pada pasien migren sedang-berat, dan pasien yang membutuhkan terapi profilaksis nyeri kepala adalah kriteria pasien yang perlu dirujuk ke rumah sakit atau ke dokter spesialis saraf.
Abtrak (Bhs. Inggris)Headache is one of the most common complaints experienced by people around the world and can be treated with self-medication drugs. Although self-medication has several benefits, it still poses a risk of harm if done without the supervision of a pharmacist. This study was conducted to develop a safe, effective, and acceptable management of headache in pharmacies by considering the benefits and risks received by headache patients. This study uses a narrative review design. Article searches were conducted by entering keywords “headache, classification, pathophysiology, management, side effect, adverse event, drug interaction, toxicity, non-pharmacologic, education” in the Pubmed, Cochrane, Google Scholar, Garuda, and Neliti databases. The articles obtained from the search were then selected based on inclusion criteria, then extracted and analyzed to draw conclusions based on research questions written in narrative form. Headache management in pharmacy can be done by using anti-headache drugs that can be given as a self-medication drugs such as paracetamol, aspirin, ibuprofen, dipyrone, and mefenamic acid, either alone or in combination with caffeine. The addition of antiemetics such as metoclopramide can also be done to relieve symptoms of nausea or vomiting in headache patients. Cluster headache (CH) patients, patients who have red flags signs or symptoms, use of analgesics alone cannot relieve headache in moderate-severe migraine patients, and patients who require prophylactic headache therapy are criteria for patients who need to be referred to a hospital or neurologist.
Kata kunciTatalaksana, Nyeri kepala, Apotek
Pembimbing 1apt. Tunggul Adi Purwonugroho, M.Sc
Pembimbing 2apt. Masita Wulandari Suryoputri, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2021-12-16 11:47:05.174024
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.