Artikel Ilmiah : F1B017067 a.n. ARNI INDRIYANI

Kembali Update Delete

NIMF1B017067
NamamhsARNI INDRIYANI
Judul ArtikelManajemen Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Purworejo
Abstrak (Bhs. Indonesia)P2TP2A dibentuk karena tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi di Indonesia. Pada masa pandemi, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia meningkat. Penelitian ini di latar belakangi karena kasus kekerasan terhadap anak masih sering terjadi pada nyatanya, namun sifatnya tersembunyi. Ada kecenderungan dalam masyarakat untuk tidak melaporkan kasus kekerasan terhadap anak. Alasan-alasan mengapa masyarakat enggan melaporkan kasus kekerasan terhadap anak adalah karena malu, kasus kekerasan terhadap anak dianggap aib, dan alasan-alasan lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanana manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap anak di P2TP2A. Penelitian ini menggunakan perspektif fungsi manajemen POSDCoRB oleh Luther Gullick. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan fungsi-fungsi manajemen pada P2TP2A Kabupaten Purworejo dalam menangani kekerasan terhadap anak belum sepenuhnya diterapkan. Namun, untuk perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pelaporan sudah dijalankan dengan baik. Kekurangannya adalah pada pengarahan, staffing, dan anggaran. Ada beberapa kendala dalam penanganan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Purworejo adalah kurangnya SDM yang terlatih, psikolog profesi, pekerja sosial yang hanya satu, tenaga administrasi yang masih minim. Meskipun begitu pengurus yang ada sudah berusaha dengan baik melaksanakan tugasnya untuk menyelesaikan penanganan kasus terhadap anak.
Abtrak (Bhs. Inggris)P2TP2A was formed due to the high number of cases of violence against women and children in Indonesia. Cases of violence against women and children continue to occur in Indonesia. During the pandemic, cases of violence against women and children in Indonesia increased. The background of this research is because cases of violence against children keep happening in society, but its hidden. There is a tendency in society not to report cases of violence against children. The reasons why people are reluctant to report cases of violence against children are because of shame, cases of violence against children are considered disgraceful, and other reasons.
The purpose of this study was to find out how cases of violence against children in P2TP2A was managed. This study uses the perspective of the management function of POSDCoRB by Luther Gullick. The selection of informants in this study used purposive sampling. Data collection in this study is by using interviews, observation, and documentation. The research method used is descriptive qualitative.
The results of this study indicate that the application of management functions at P2TP2A Purworejo Regency in dealing with violence against children has not been fully implemented. However, for planning, organizing, coordinating, reporting has been carried out well. Meanwhile directioning, staffing, and budgeting still has’nt been implemented well. There are several obstacles in handling violence against children in Purworejo Regency, namely the lack of trained human resources, the need for professional psychologists, only one social worker, and lack of administrative staff. Even so, the existing administrators have tried their best to carry out their duties to complete the handling of cases against children.
Kata kunciManajemen, Manajemen Publik, Kekerasan Anak
Pembimbing 1Hikmah Nuraini, S.Sos.,MPA
Pembimbing 2Sendy Noviko, S.Sos., M.PA
Pembimbing 3Drs. Ngalimun, MPA
Tahun2021
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2021-12-13 17:23:25.330127
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.