| NIM | E1A017069 |
| Namamhs | MENTARI GHAISANI PUTRI |
| Judul Artikel | PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI (STUDI KASUS DI PURWOKERTO) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pelecehan seksual merujuk pada perilaku yang ditandai dengan komentar-komentar seksual yang tidak diinginkan dan tidak pantas atau pendekatan-pendekatan fisik berorientasi seksual yang di lakukan di muka umum, professional, situasi kerja atau sosial lainnya. Korban yang merasakan penderitaan dan/kerugian ini merujuk kepada perempuan yang mana pelakunya adalah sebagian besar laki-laki. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan metode pendekatan analitis. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dan data sekunder yang terkumpul disajikan secara deskriptif serta dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Korban tindak pidana pelecehan seksual dalam perspektif viktimologi mengalami penderitaan dan/atau kerugian berupa akibat psikologis (psychological effects) antara lain kedua korban kasus Physical sex memilki rasa trauma, hal tersebut berdampak pada emosional (emotional/psychological impact) yang diakibatkan dari rasa traumanya melahirkan pengaruh emosional yang memerlukan dukungan emosional dari orang-orang terdekat. korban juga tidak termasuk kedalam victim precipitation dan korban juga membutuhkan supporting system oleh orang terdekat guna mengurangi penderitaan korban. Pelaksanaan perlindungan korban tindak pidana pelecehan seksual juga belum optimal dalam pemenuhan hak yakni hak atas penanganan, hak atas perlindunan dan hak atas pemulihan. Saran yang dapat diambil perlu disahkannya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sexual harassment refers to behavior characterized by unwanted and inappropriate sexual comments or physical approaches made in public, professional, work or other social situations. Victims who feel this suffering and/or loss refer to women whose perpetrators are mostly men. The approach method used is sociological juridical with an analytical approach method. The types of data used are primary data and secondary data. The primary data and secondary data collected were presented descriptively and analyzed using qualitative analysis. The results of this study can be emphasized that victims of sexual crimes in the perspective of victimology experience suffering and/or losses in the form of consequences of psychological effects, including the two victims of physical sex cases having trauma, this has an impact on other emotional/psychological impacts as a result of a sense of trauma from the birth of emotional influences that require emotional support from those closest to them. victims are also not included as victims of precipitation and victims also need a support system by the closest people to reduce the suffering of victims. The implementation of protection for victims of the crime of sexual murder is also not optimal in fulfilling the right to treatment, the right to protection and the right to recovery. Suggestions that can be taken should be the ratification of Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. |
| Kata kunci | Pelecehan Seksual, Korban, Perempuan |
| Pembimbing 1 | Dr. Angkasa, S.H., M.Hum |
| Pembimbing 2 | Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Haryanto Dwi Atmodjo, S.H., M.Hum |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | 2021-12-09 20:11:05.642113 |
|---|