Artikel Ilmiah : J1B017034 a.n. ADINDA DWITA ANGGRAINI
| NIM | J1B017034 |
|---|---|
| Namamhs | ADINDA DWITA ANGGRAINI |
| Judul Artikel | Interferensi Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia pada Kanal Youtube Korea Reomit (Kajian Sosiolinguistik) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Salah satu fenomena kebahasaan yang terjadi pada dwibahasawan adalah interferensi. Interferensi merupakan fenomena penyimpangan bahasa yang disebabkan oleh pengaruh bahasa sumber terhadap bahasa penerima. Penggunaan dua bahasa dalam peristiwa komunikasi lisan nonformal menimbulkan peristiwa interferensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia pada penggunaan bahasa Jang Hansol dalam video-video di kanal youtube Korea Reomit, dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab interferensi bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti ialah metode simak. Metode simak diwujudkan dengan penggunaan teknik simak bebas libat cakap yang dilanjutkan dengan teknik catat. Peneliti menggunakan metode padan intralingual dan padan ekstralingual sebagai metode analisis data. Metode padan dilanjutkan dengan penggunaan teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Setelah dianalisis, hasil analisis data disajikan secara informal dan formal. Bentuk interferensi yang ditemukan pada objek penelitian, yaitu interferensi fonologi, morfologi, dan leksikal. Interferensi fonologi disebabkan oleh proses perubahan bunyi yang meliputi (1) glotalisasi, (2) aspirasi, (3) perubahan fonem vokal, (4) diftongisasi, dan (5) monoftongisasi. Pada bidang morfologi, interferensi disebabkan oleh pengimbuhan afiks bahasa Jawa, yaitu: (1) prefiks {N-},{tak-}; (2) sufiks {-en}, {-e}, {-a}, penggunaan sufiks {-nya} yang mengacu pola sufiks bahasa Jawa {-e}; (3) konfiks {N-kan}, {N-i}, {N-in}, {tak-kan}, {ke-en}, {di-i}; serta penggunaan bentuk reduplikasi bahasa Jawa {N-} + BU. Pada bidang leksikal, interferensi disebabkan oleh penyisipan kata bahasa Jawa dalam bentuk kata dasar, dan kata jadian. Faktor yang menyebabkan interferensi ialah (1) faktor kedwibahasaan penutur, (2) prestise bahasa sumber dan gaya bahasa, (3) terbawa kebiasaan bahasa sumber, serta (4) sistem bahasa yang berdekatan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | One of the linguistic phenomena that occurs in bilinguals is interference. Interference is a language phenomenon caused by the influence of the source language on the receiving language. The used of two languages in informal verbal communication causes interference. This study aims to describe the forms of Javanese interference in the use of Jang Hansol’s daily speech in videos on the Korea Reomit Youtube channel, and to describe the factors that cause interference from Javanese into Indonesian. The data collection method used by observation method. The Whereas the techniques used in this study are uninvolved conversation observation technique. Then it followed by techniqus follow up by note taking technique. The data analysis was conducted through intralingual identity methods and extralingual identity methods. The identity method is described in one basic technique, namely the form of appeal-differentiation techniques. The results of data analysis are presented informally and formally. The forms of interference found in the research object are phonological, morphological, and lexical interference. Phonological interference is caused by the process of sound change which includes (1) glottalization, (2) aspiration, (3) changes in vowel phonemes, (4) diphtongization, and (5) monophtongization. In the field of morphology, interference is caused by the addition of Javanese affixes, namely: (1) prefixes {N-},{tak-}; (2) the suffix {-en}, {-e}, {-a}, the use of the suffix {-nya} which refers to the Javanese suffix pattern {-e}; (3) confixes {N-kan}, {N-i}, {N-in}, {tak-kan}, {ke-en}, {di-i}; and Javanese reduplication form {N-} + BU. In the lexical field, interference is caused by the insertion of Javanese words in the formof basic words, and invented words into Indonesian. The factors that cause interference are (1) speaker bilingualism background, (2) the prestige of the source language and language style, (3) carried away by the habits of the source language, (4) adjacent language system. |
| Kata kunci | interferensi, fonologi, morfologi, leksikal, Jang Hansol |
| Pembimbing 1 | Farida Nuryantiningsih |
| Pembimbing 2 | Octaria Putri Nurharyani |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2021-11-30 16:44:47.202499 |