| NIM | B1J014135 |
| Namamhs | SHINTYA NITRA NIRWANI |
| Judul Artikel | Komposisi Lalat pada Bangkai Mencit (Mus musculus) setelah 10 Hari Kematian di Darat dan di Air |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komposisi lalat yang meliputi keragaman dan kemerataan pada bangkai mencit (Mus musculus) yang diletakkan di darat dan di air serta perbedaan proses dekomposisi pada kedua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat pada bangkai mencit yang diletakkan di darat ditemukan sebanyak 135 individu yang terdiri dari tiga spesies yaitu Sarcophaga sp., Chrysomya megacephala, dan Musca domestica, sedangkan lalat yang ditemukan pada bangkai yang diletakkan di air sebanyak 9 individu terdiri dari tiga spesies yaitu Sarcophaga sp., Musca domestica, dan Fanniia sp. Hasil perhitungan indeks Shannon-Wienner komposisi lalat pada bangkai yang diletakkan di darat sebesar 0,44 dan pada bangkai yang diletakkan di air sebesar 0,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa keragaman dan kelimpahan spesies lalat pada kedua lokasi bangkai tergolong rendah. Nilai indeks Eveness komposisi lalat pada bangkai yang diletakkan di darat sebesar 0,40 dan bangkai di air sebesar 0,62 maka dapat disimpulkan bahwa sebaran lalat pada bangkai di air lebih merata dan seragam dibandingkan dengan sebaran lalat pada bangkai di darat. Hasil paired t test menunjukkan bahwa peran lalat sebagai fragmenter bangkai mencit pada kedua lokasi sama baik dan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi jumlah lalat di antara dua kondisi lingkungan tersebut (P>0,05), serta hasil analisis korelasi kedua komposisi lalat menunjukkan bahwa peran lalat sebagai fragmenter mencapai 47,4%. Proses dekomposisi bangkai di darat lebih cepat mencapai tahap akhir yaitu skeletal stage yang mulai terjadi pada hari kesepuluh pengamatan, sedangkan proses dekomposisi di air membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tahap akhir yaitu sunken remains. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to determine differences in the composition of flies which include diversity and evenness in the carcass of mice (Mus musculus) placed on land and water as well as differences in the decomposition process at the two locations. The results showed that there were 135 flies on the carcass of mice placed on land consisting of three species, namely Sarcophaga sp., Chrysomya megacephala, and Musca domestica, while the flies found on carcasses placed in water were 9 individuals consisting of three species, namely Sarcophaga sp., Musca domestica, and Fanniia sp. The results of the calculation of the Shannon-Wienner index of fly composition in carcasses placed on land were 0.44 and in carcasses placed in water were 0.68, so it can be concluded that the diversity and abundance of flies species at both carcass locations was low. The Eveness index value of the composition of flies on carcasses placed on land is 0.40 and carcasses in water is 0.62, it can be concluded that the distribution of flies on carrcass in water is more even and has the same variety than the distribution of flies on carcasses on land. The results of the paired t test showed that the role of flies as fragmenters of mice carcasses at both locations was equally good and showed that there was no correlation between the number of flies between the two environmental conditions (P>0.05), and the results of the correlation analysis of the two compositions of flies showed that the role of flies as a fragmenter reached 47.4%. The decomposition process of carcasses on land reaches the final stage faster, namely the skeletal stage which begins to occur on the tenth day of observation, while the decomposition process in water takes a longer time to reach the final stage, namely sunken remains. |
| Kata kunci | Air, Bangkai, Darat, Komposisi, Lalat |
| Pembimbing 1 | Dr. Trisnowati Budi Ambarningrum, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Bambang Heru Budianto, MS. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2021-11-29 10:24:10.823306 |
|---|