Artikel Ilmiah : E1A017171 a.n. NORMA KINANTY

Kembali Update Delete

NIME1A017171
NamamhsNORMA KINANTY
Judul ArtikelPELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA DALAM TATANAN NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A PURWOKERTO (STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A PURWOKERTO)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK

PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA DALAM TATANAN NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A PURWOKERTO
(Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto)

Oleh:
Norma Kinanty
E1A017171

Sistem Pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat melalui kegiatan pembinaan yang dilakukan secara sadar, terencana, terarah dan teratur secara bertanggung jawab. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto dalam tatanan new normal di masa pandemi Covid-19 serta faktor yang menjadi penghambat dan pendorong dalam pelaksanaannya. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini yaitu mengenai pelaksanaan pembinaan narapidana dalam tatanan new normal pandemi Covid-19 ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M, adanya vaksinasi Covid-19, mengoptimalkan pola penjadwalan kegiatan pembinaan, mengoptimalkan motivasi bagi para narapidana di dalam melaksanakan program-program pembinaan yang telah ditentukan, serta membuat kelompok-kelompok belajar yang diklasifikasikan berdasarkan usia. Faktor pendorong yang menunjang pelaksanaan pembinaan narapidana, yaitu faktor hukum, faktor masyarakat, faktor kebudayaan dan faktor anggaran. Kondisi LAPAS yang over capacity serta pandemi Covid-19 yang saat ini tengah menyebar ini mengakibatkan beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan narapidana. Adapun faktor penghambat dapat dipandang dari segi penegak hukum, sarana dan fasilitas, serta dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penulis menyarankan perlu adanya sosialisasi kepada narapidana mengenai bahaya Covid-19 agar pelaksanaan pembinaan narapidana dapat dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan 5 M.

Kata Kunci: Pembinaan, Narapidana, Over Capacity, Covid-19.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

IMPLEMENTATION OF THE DEVELOPMENT OF PRISONERS IN THE NEW NORMAL ORDER OF THE COVID-19 PANDEMI IN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A PURWOKERTO
(Study at Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto)

By:
Norma Kinanty
E1A017171

The Correctional System is held in order to form the inmates to become fully human so that they can be accepted again by the community through training that is carried out consciously, planned, and regularly in a responsible manner. The purpose of this study was to find out how the implementation of the guidance for the Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto in the new normal setting during the Covid-19 pandemic and the factors that became obstacles and impetus for its implementation. The approach method used is a sociological juridical approach with descriptive analytical research specifications. The results of this study are regarding the implementation of coaching in the new normal order of the Covid-19 pandemic, which is carried out by implementing the 5 M health protocol, the existence of the 5 M health protocol, the implementation of the 5 M health protocol, the implementation of the health protocol, optimizing the scheduling pattern of coaching activities, optimizing the motivation for the employees in the team. carry out predetermined coaching programs, as well as create study groups classified by age. The driving factors that support the implementation of development are legal factors, community factors, cultural factors and budget factors. The condition that exceeds capacity and the Covid-19 pandemic that is currently spreading has resulted in several obstacles in the implementation of the exercise. The factors that can be seen in terms of law enforcement, facilities and facilities, as well as the impact of the Covid-19 pandemic. Therefore, the authors suggest the need for socialization to the public about the dangers of Covid-19 so that the implementation of coaching can be carried out in accordance with the 5 M health protocol.

Keywords: Coaching, Inmates, Over capacity, Covid-19.
Kata kunciPembinaan, Narapidana, Over Capacity, Covid-19
Pembimbing 1Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H.
Pembimbing 3Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Tahun2021
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2021-11-12 12:06:17.774998
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.