Artikel Ilmiah : B1A017079 a.n. SEPTIA NURUL IZAH
| NIM | B1A017079 |
|---|---|
| Namamhs | SEPTIA NURUL IZAH |
| Judul Artikel | Aktivitas Tripsin-like dan Amilase pada Clarias gariepinus, Osteochilus vittatus dan Oreochromis niloticus: Suatu Studi Perbandingan |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Ikan air tawar banyak dibudidayakan untuk pemenuhan sektor ekonomi, terdapat beberapa jenis ikan yang biasa dibudidayakan, diantaranya yaitu ikan lele (Clarias gariepinus), ikan nilem (Osteochilus vittatus) dan ikan nila (Oreochromis niloticus). Untuk memaksimalkan keuntungan dalam budidaya dibutuhkan pemenuhan nutrisi yang sesuai, pemenuhan nutrisi tersebut disesuaikan dengan kebiasaan makan ikan. Berdasarkan kebiasaan makan, ikan dibagi menjadi tiga yaitu karnivora, herbivora dan omnivora. Ikan nila merupakan ikan omnivora, ikan lele merupakan ikan omnivora cenderung karnivora dan ikan nilem merupakan ikan herbivora. Ikan-ikan tersebut melakukan pencernaan makanan di antaranya menggunakan tripsin-like dan amilase. Aktivitas tripsin-like dan amilase telah banyak dikaji pada berbagai ikan, namun suatu studi untuk membandingkan aktivitas tripsin-like dan amilase diantara lele, nilem dan nila belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian tentang hal ini dirasa perlu untuk dilakukan. Tujuan penelitian kali ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas tripsin-like dan amilase pada ikan lele (C. gariepinus), ikan nilem (O. vittatus) dan ikan nila (O. niloticus). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai rancangan dasarnya dan menggunakan perlakukan berupa tiga jenis ikan yang berbeda yaitu C. gariepinus, O. vittatus dan O. niloticus, bagian usus berbeda yaitu usus anterior dan posterior, dengan setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diamati yaitu aktivitas tripsin-like dan amilase sebagai variabel terikat, sedangkan variabel bebasnya berupa jenis ikan yang berbeda. Parameter yang diukur yaitu tirosin hasil hidrolisis kasein oleh tripsin-like dan maltosa hasil hidrolisis amilum oleh amilase. Pengukuran kadar tirosin dilakukan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 720 nm, sedangkan maltosa dibaca absorbansinya dengan panjang gelombang 540 nm. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Hewan dan Laboratorium Biologi Molekuler Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Analisa data penelitian dilakukan dengan One Way Anova dan Tukey test dengan tingkat kesalahan 5% menggunakan software SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan aktivitas tripsin-like (P<0,05) dan amilase (P<0,05) di antara ikan lele (C. gariepinus), ikan nilem (O. vittatus) dan ikan nila (O. niloticus), namun tidak ada perbedaan aktivitas antara segmen usus anterior maupun posterior (P>0,05). Aktivitas tripsin-like pada ikan nilem (O. vittatus) dengan rata-rata aktivitas 0,670 ± 1,163 mU/mg protein, adapun pada ikan nila (O. niloticus) 0,217 ± 0,480 mU/mg protein dan pada ikan lele (C. gariepinus) 211 ± 79,6 mU/mg protein. Aktivitas amilase pada ikan nilem (O. vittatus) dengan rata-rata aktivitas 0,670 ± 1,163 mU/mg protein, adapun pada ikan nila (O. niloticus) 0,217 ± 0,480 mU/mg protein dan pada ikan lele (C. gariepinus) 211 ± 79,6 mU/mg protein. Aktivitas tripsin-like dan amilase tertinggi ditemukan pada ikan nilem, dengan rata-rata aktivitas tripsin-like 0,670 ± 1,163 mU/mg protein dan amilase 38 ± 49 mU/mg protein. Aktivitas tertinggi pada ikan nilem (O. vittatus) 38 ± 49 mU/mg protein, adapun pada ikan nila (O. niloticus) 25 ± 31 mU/mg protein dan pada ikan lele (C. gariepinus) 5 ± 1 mU/mg protein. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Freshwater fish are widely cultivated for the fulfillment of the economic sector, there are several types of fish that are commonly cultivated, including catfish (Clarias gariepinus), nilem fish (Osteochilus vittatus), and tilapia (Oreochromis niloticus). To maximize profits in aquaculture, it is necessary to fulfill the appropriate nutrition, the fulfillment of these nutrients is adjusted to the eating habits of the fish. Based on eating habits, fish are divided into three namely carnivores, herbivores, and omnivores. Tilapia is an omnivorous fish, catfish is an omnivorous fish that tends to be carnivorous and nilem is a herbivorous fish. These fish carry out food digestion using trypsin-like and amylase. Trypsin-like and amylase activities have been studied in various fish, but a study to compare trypsin-like and amylase activities between catfish, nilem, and tilapia have not been carried out. Therefore, research on this matter is deemed necessary. The purpose of this study was to determine and compare trypsin-like and amylase activities in catfish (C. gariepinus), nilem (O. vittatus), and tilapia (O. niloticus). This research was conducted by experimental method with Randomized Block Design (RBD) as the basic design and using treatment in the form of three different types of fish, namely C. gariepinus, O. vittatus, and O. niloticus, different parts of the intestine, namely the anterior and posterior intestines, with each treatment repeated 6 times. The variables observed were trypsin-like activity and amylase as the dependent variable, while the independent variables were different types of fish. The parameters measured were tyrosine from the hydrolysis of casein by trypsin-like and maltose from the hydrolysis of starch by amylase. Measurement of tyrosine levels was carried out using a spectrophotometer at a wavelength of 720 nm, while maltose was read for absorbance at a wavelength of 540 nm. The research was conducted at the Laboratory of Animal Physiology and Laboratory of Molecular Biology, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Analysis of research data was carried out by using One Way Anova and Tukey tests with an error rate of 5% using SPSS software version 16.0. The results showed that there were differences in trypsin-like (P<0.05) and amylase (P<0.05) activities between catfish (C. gariepinus), nilem (O. vittatus), and tilapia (O. niloticus), but there was no difference in activity between the anterior and posterior intestinal segments (P>0.05). Trypsin-like activity in tilapia (O. vittatus) with an average activity of 0.670 ± 1.163 mU/mg protein, while in tilapia (O. niloticus) 0.217 ± 0.480 mU/mg protein and catfish (C. gariepinus) 211 ± 79.6 mU/mg protein. Amylase activity in nilem (O. vittatus) with an average activity of 0.670 ± 1.163 mU/mg protein, while in tilapia (O. niloticus) 0.217 ± 0.480 mU/mg protein and catfish (C. gariepinus) 211 ± 79 ,6 mU/mg protein. The highest trypsin-like and amylase activity was found in nilem, with an average trypsin-like activity of 0.670 ± 1.163 mU/mg protein and 38 ± 49 mU/mg protein amylase. The highest activity was in nilem (O. vittatus) 38 ± 49 mU/mg protein, while in tilapia (O. niloticus) 25 ± 31 mU/mg protein and catfish (C. gariepinus) 5 ± 1 mU/mg protein. |
| Kata kunci | Kata Kunci: Amilase, Clarias gariepinus, Maltosa, Osteochilus vittatus, Oreochromis niloticus), Tirosin, Tripsin-like |
| Pembimbing 1 | Dr. Untung Susilo, M.S. |
| Pembimbing 2 | Eko Setio Wibowo, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2021-11-11 11:26:55.187383 |