Artikel Ilmiah : B1A017162 a.n. NADYA TIRTA

Kembali Update Delete

NIMB1A017162
NamamhsNADYA TIRTA
Judul ArtikelKEKAYAAN DAN KEKERABATAN SPESIES BULU BABI (ECHINODERMATA: ECHINOIDEA) DI ZONA INTERTIDAL PULAU SEULAKO, SABANG, ACEH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pulau Seulako terletak di sebelah barat Pulau Weh Kota Sabang. Perairan di sekitar Pulalu Seulako memiliki potensi biota laut yang beragam karena memiliki karakterisik pantai berbatu. Keberadaan biota laut tertentu dapat menjadi organisme kunci yang berperan sebagai penyeimbang ekosistem laut. Salah satu organisme kunci yang terdapat di Pulau Seulako adalah bulu babi. Pulau Seulako masih alami dan belum ada penelitian bulu babi yang dilakukan di daerah tersebut. Pegiat pariwisata memanfaatkan kawasan Pulau Seulako hanya untuk aktivitas snorkling dan scuba diving. Oleh karena itu keragaman dan kepadatan bulu babi di Pulau Seulako diduga lebih tinggi dari Pulau Klah dan Perairan Iboih, sehingga penelitian kekayaan dan kekerabatan bulu babi di Pulau Seulako perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan spesies, kekerabatan spesies, dan menyusun kunci identifikasi sederhana spesies bulu babi dari Zona Intertidal Pulau Seulako, Aceh, Sabang berdasarkan karakter morfologi dan anatomi.
Penelitian dilaksanakan dengan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling di zona intertidal Pulau Seulako, Sabang, Aceh. Variabel yang diamati karakter fenetik dan hubungan kekerabatan spesies. Parameter yang diamati yaitu 12 individu, 6 spesies, serta karakter morfologi dan anatomi. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan program NTSYS 2.02i. untuk mendapatkan hubungan kekerabatan. Karakter morfologi dan anatomi dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian ini ditemukan enam spesies dari dua familia bulu babi, yaitu Echinothrix calamaris (morfotipe A, morfotipe B, morfotipe C, morfotipe D, morfotipe E, morfotipe F, morfotipe G), E. diadema, Diadema sp., D. savignyi, D. setosum (Familia Diadematidae) dan Echinometra sp. (Familia Echinometridae). Kekerabatan fenetik terdekat bulu babi yang ditemukan di zona intertidal Pulau Seulako, Sabang, Aceh adalah Diadema sp. dengan D. savignyi (0,952830). Kekerabatan terjauh adalah Echinometra sp. (0,59). Karakter kunci identifikasi bulu babi diantaranya adalah ambulakral yang menonjol dan iridifor hijau di garis tengah interambulakral, tidak memiliki ambulakral yang menonjol dan tidak ada iridifor hijau, tubuh berwarna hitam dan tidak ada ciri di aboral, iridofor biru berbentuk V di bagian aboral, cincin oranye di anal cone dan titik putih di median rangka, dan cincin putih di pangkal duri.
Abtrak (Bhs. Inggris)Seulako Island is located west of Weh Island, Sabang City. The waters around Pulau Seulako have the potential for diverse marine life because they have rocky shore characteristics. The existence of certain marine biota can be a key organism that acts as a balancer for marine ecosystems. One of the key organisms found on Seulako Island is sea urchins. Seulako Island is still pristine and no sea urchin studies have been conducted in the area. Tourism activists use the Seulako Island area only for snorkeling and scuba diving activities. Therefore, the diversity and density of sea urchins on Seulako Island is thought to be higher than Klah Island and Iboih Waters, so research on the wealth and kinship of sea urchins on Seulako Island needs to be done. The purpose of this study was to determine species richness, species kinship, and compile a simple identification key for sea urchin species from the Intertidal Zone of Seulako Island, Aceh, Sabang based on morphological and anatomical characters.
The research was carried out using a survey method. Sampling using accidental sampling technique in the intertidal zone of Seulako Island, Sabang, Aceh. The observed variables are phenetic characters and species kinship relationships. The parameters observed were 12 individuals, 6 species, as well as morphological and anatomical characters. The observations were analyzed using the NTSYS 2.02i program to get kinship. Morphological and anatomical characters were analyzed descriptively.
The results of this study found six species from two families of sea urchins, namely Echinothrix calamaris (morphotype A, morphotype B, morphotype C, morphotype D, morphotype E, morphotype F, morphotype G), E. diadema, Diadema sp., D. savignyi, D. setosum (Familia Diadematidae) and Echinometra sp. (Familia Echinometridae). The closest phenetic relative of sea urchins found in the intertidal zone of Seulako Island, Sabang, Aceh is Diadema sp. with D. savignyi (0.952830). The furthest relative is Echinometra sp. (0.59). The key characteristics of sea urchin identification include prominent ambulacral and green iridophores in the interambulacral midline, no prominent ambulacral and no green iridiphores, black body and no features on the aboral, blue V-shaped iridophores on the aboral, orange ring on the aboral. anal cone and white spot on median skeleton, and white ring at base of spine.
Kata kunciBulu babi, Echinoidea, Morfologi, Sabang, Seulako
Pembimbing 1Dr. Pi. Dian Bhagawati, M. Si.
Pembimbing 2Prof. Dr. Agus Nuryanto, S. Si., M. Si.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2021-11-10 20:00:14.894829
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.