Artikel Ilmiah : A1D017176 a.n. NUR SITA UTAMI

Kembali Update Delete

NIMA1D017176
NamamhsNUR SITA UTAMI
Judul ArtikelEvaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) dan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)Evaluasi lahan untuk pengembangan suatu tanaman merupakan kegiatan menilai
kesesuaian antara karakteristik dan kualitas lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kesesuaian lahan aktual untuk tanaman cabai
merah dan bawang merah di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga, (2) mengetahui
kesesuaian lahan potensial untuk tanaman cabai merah dan bawang merah di Kecamatan
Pengadegan Kabupaten Purbalingga, dan (3) mengetahui faktor-faktor pembatas yang
berpengaruh terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman cabai merah dan bawang merah di
Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari –
Maret 2021 di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, dan Laboratorium Sumberdaya
Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode yang digunakan
adalah metode survei lapang. Sampel tanah diambil secara purposive dengan pendekatan transek.
Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan fisiografis. Deliniasi batas satuan lahan
dilakukan dengan overlay peta kelerengan, peta tanah, peta penggunaan lahan, dan peta geologi
dengan menggunakan ArcGIS 10.4. Sampel tanah terganggu diambil pada kedalaman 0 – 25 cm
yang selanjutnya dikompositkan dan dianalisis di laboratorium. Evaluasi lahan dilakukan dengan
mengikuti kaidah pendekatan maximum limitation. Hasil analisis disajikan dalam bentuk peta
kesesuaian lahan aktual dan potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
wilayah Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga 92,09% atau seluas 3.856,7 ha memiliki
tingkat kesesuaian lahan aktual S3 atau sesuai marginal untuk budidaya tanaman cabai merah
dan bawang merah, sebagian kecil wilayah tidak sesuai (N) untuk tanaman tersebut yaitu 7,91%
atau seluas 331,3 ha. Tingkat kesesuaian lahan potensial untuk tanaman cabai merah dan bawang
merah di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga adalah cukup sesuai (S2) seluas 3828,9
ha atau 91,42% dan sesuai marginal (S3) seluas 359,1 ha atau 8,58%. Faktor pembatas utama
untuk tanaman cabai merah dan bawang merah adalah ketersediaan air, media perakaran, retensi
hara, hara tersedia, dan bahaya erosi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Land evaluation for crop development is an activity to assess the matchness between land
characteristics and crop growth requirements. This study aimed to (1) determine the actual land
suitability for red chili and shallot plants in Pengadegan Subdistrict, Purbalingga Regency, (2)
determine the potential land suitability for red chili and shallot plants in Pengadegan
Subdistrict, Purbalingga Regency, and (3) determine the limiting factors that affect land
suitability for red chili and shallots plants in Pengadegan Subdistrict, Purbalingga Regency.
This study was conducted from January – March 2021 in Pengadegan Subdistrict, Purbalingga
Regency and Land Resource Laboratory Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University,
Purwokerto. The method used was field survey. The soil samples were collected using the
purposive sampling method using a transect approach. The land unit analysis was performed
using physiographic approach. The delineation of land unit boundaries was carried out by
overlaying slope maps, land maps, land use maps, and geological maps using ArcGIS 10.4.
Determination of sample points was carried out using the transect method. Disturbed soil
samples were taken at a depth of 0 – 25 cm. The samples collected in a land unit were then
composited for the laboratory analysis. The land evaluation was conducted based on the
maximum limitation approach. The results were presented in the form of actual and potential
land suitability maps. The results of the study showed that most part of Pengadegan Subdistrict
Purbalingga Regency 92.09% or 3,85.7 ha was marginally suitable (S3) for red chili and shallot.
An area of 331.3 ha or 7.91% was not suitable. The potential land suitability for red chili was
moderately suitable (S2) covering an area of 3,828,9 ha or 91,42% and marginally suitable (S3)
that covered an area of 359,1 ha or 8.58%. The main limiting factors for red chili and shallot
plants were water availability, rooting condition, nutrients retention, nutrient availability, and
erosion hazard.
Kata kunci kesesuaian lahan, cabai merah, bawang merah.
Pembimbing 1Ir. Mochammad Nazarudin Budiono, M.Sc.
Pembimbing 2Etik Wukir Tini, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2021-11-02 10:34:29.457276
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.