Artikel Ilmiah : E1A017145 a.n. AGILIA MAYA ASIA WARDANI

Kembali Update Delete

NIME1A017145
NamamhsAGILIA MAYA ASIA WARDANI
Judul ArtikelPERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA SIBER (CYBERCRIME) (Studi di Ditreskrimsus Polda Jateng)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Fenomena tindak pidana teknologi informasi atau biasa disebut cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet. Di Indonesia sendiri, mengenai tindak pidana siber diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana siber serta faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum terhadap tindak pidana siber di Ditreskrimsus Polda Jateng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini mengambil lokasi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara, sedangkan data sekunder dengan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk uraian teks secara naratif. Metode analisis data yaitu analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana siber sudah memenuhi legal substance, namun belum memenuhi legal structure dan legal culture. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum terhadap tindak pidana siber di Ditreskrimsus Polda Jateng yaitu faktor hukum, faktor penegak hukum, dan faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The phenomenon of information technology crime or commonly called cybercrime is a form of crime that arises due to the use of internet technology. In Indonesia itself, cybercrime is regulated in Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. This study aims to determine the legal protection for victims of cybercrime and the factors that influence law enforcement against cybercrimes in the Ditreskrimsus Polda Central Java. This study uses qualitative research methods with an empirical juridical approach and descriptive-analytical research specifications. This research took place at the Directorate of Special Criminal Investigation of the Central Java Regional Police. The data used include primary data and secondary data. The primary data collection method is by interviewing, while the secondary data is by literature study. Data processing methods with data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of a narrative text description. The method of data analysis is qualitative analysis. Based on the results of the study, it can be concluded that legal protection for victims of cybercrime has met the legal substance, but has not met the legal structure and legal culture. The factors that influence law enforcement against cyber crimes in the Ditreskrimsus Polda Central Java are legal factors, law enforcement factors, and facilities and infrastructure factors, community factors, and cultural factors.
Kata kunciPerlindungan hukum, Korban, Cybercrime
Pembimbing 1Dr. Angkasa, S.H.,M.Hum.
Pembimbing 2Dr. H. Setya Wahyudi, S.H.,M.H.
Pembimbing 3Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H.,M.H.
Tahun2021
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2021-10-19 08:40:31.969474
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.