Artikel Ilmiah : H1C017033 a.n. ISMI AROPATUL MUBAROKAH

Kembali Update Delete

NIMH1C017033
NamamhsISMI AROPATUL MUBAROKAH
Judul ArtikelPENDEKATAN GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI
SEBAGAI MANIFESTASI PANAS BUMI BERDASARKAN
DATA FFD (FAULT FRACTURE DENSITY) DAN GRAVITY
STUDI KASUS: GUCI, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Potensi sumber energi alternatif berupa energi panas bumi cepat berkembang di Indonesia. Salah satu
prospek panas bumi di Indonesia yaitu Guci yang terletak disisi barat laut Gunung Slamet. Penentuan wilayah panas
bumi dilakukan dengan pendekatan data geologi, data gravity dan data satelit untuk menganalisis kontrol struktur
geologi pada daerah manifestasi panas bumi. Analisis Geologi menggunakan data lapangan untuk menentukan satuan
geomorfologi (3 satuan geomorfologi) dengan struktur geologi yang berkembang berupa sesar mendatar kiri dan peta
geologi untuk mengetahui urutan stratigrafi (3 satuan geologi yang merupakan hasil dari produk vulkanik). Analisis
data satelit berupa penarikan kelurusan dengan metode FFD (Fault Fracture Density) untuk mengetahui trend kelurusan
struktur geologi, nilai FFD tinggi berada pada bagian timurlaut sesuai dengan kemunculan mata air panas daerah
penelitian pada densitas kelurusan 2,3 – 3,9 m/km². Adanya manifestasi panas bumi dipermukaan mengindikasikan
keterdapatan sistem panas bumi dibawah permukaan. Analisis Geofisika berupa metode gravity untuk mengidentifikasi
sistem panas bumi daerah penelitian berdasarkan nilai anomaly gravitasi dan perbedaan densitas batuan bawah
permukaan. Sistem panas bumi pada lokasi penelitian berasal dari sumber panas air meteorik yang masuk ke dalam
batuan yang menjadi reservoir kemudian terpanaskan oleh sumber panas dan secara konveksi mengalir ke permukaan
akibat adanya struktur yang berfungsi sebagai jalur dari fluida dan membentuk manifestasi permukaan. Berdasarkan
hasil pemodelan 2D dan 3D gravity batuan sebagai sumber panas dengan densitas tinggi (2,68 kg/m³ - 3 kg/m³)
diinterpretasikan sebagai batuan vulkanik yaitu lava basalt. Dan batuan yang berpotensi untuk menjadi batuan penudung
(caprock) dengan densitas sedang (2,0 kg/m³ - 2,35 kg/m³) diinterpretasikan sebagai lava andesit dan batuan reservoir
memiliki densitas rendah (1,4 kg/m³ - 1,6 kg/m³) ,diinterpretasikan sebagai breksi vulkanik. Hasil dari pemodelan 3D
menunjukan kedalaman reservoir sistem panas bumi daerah penelitian adalah 1,46 km, kedalaman heat source adalah
lebih dari 6 km dan kedalaman caprock adalah 0,73 km. Dari ketiga metode tersebut, struktur geologi memiliki peranan
penting sebagai pengontrol munculnya manifestasi panas bumi perrmukaan sebagai jalur fluida dari bawah permukaan.
Penelitian ini memvalidasikan data geologi, FFD dan gravity untuk membuat model konseptual panas bumi Guci
Abtrak (Bhs. Inggris)The potential of alternative energy sources in the form of geothermal energy is rapidly developing in
Indonesia. One of the geothermal prospects in Indonesia is Guci which is located on the northwest side of Mount
Slamet. Determination of geothermal areas is carried out by approaching geological data, gravity data and satellite data
to analyze the control of geological structures in the geothermal manifestation area. Geological analysis uses field data
to determine geomorphological units (3 geomorphological units) with a geological structure that develops in the form of
a left horizontal fault and a geological map to determine the stratigraphic sequence (3 geological units which are the
result of volcanic products). Analysis of satellite data in the form of lineage withdrawal using the FFD method (Fault
Fracture Density) to determine the trend of geological structure lineaments, the high FFD value is in the northeastern
part according to the emergence of hot springs in the study area at a straightness density of 2.3 – 3.9 m/km². The
existence of geothermal manifestations on the surface indicates the presence of a geothermal system below the surface.
Geophysical analysis in the form of gravity method to identify the geothermal system in the study area based on the
value of gravity anomalies and differences in subsurface rock density. The geothermal system at the research site
originates from a hot source of meteoric water that enters the rock which is a reservoir then is heated by a heat source and convectively flows to the surface due to a structure that functions as a pathway for fluids and forms surface
manifestations. Based on the results of 2D and 3D modeling of rock gravity as a heat source with high density (2.68
kg/m³ - 3 kg/m³) it is interpreted as volcanic rock, namely basalt lava. And rocks that have the potential to
becomecaprock with medium density (2.0 kg/m³ - 2.35 kg/m³) are interpreted as andesite lava and reservoir rocks have
low density (1.4 kg/m³ - 1.6 kg/m³) , interpreted as volcanic breccia. The results of 3D modeling show that thedepth of
reservoir the geothermal system in the research area is 1.46 km, the depth of the heat source is more than 6 km and the
depth of the caprock is 0.73 km. Of the three methods, geological structures have an important role in controlling the
emergence of surface geothermal manifestations as fluid paths from below the surface. This study validates geological,
FFD and data gravity to create a conceptual model of Guci's geothermal.
Kata kunciGeology, Geological Structures, Geothermal, Gravity, Density
Pembimbing 1Dr. Ir. Asmoro Widagdo, S.T., M.T
Pembimbing 2Maulana Rizki Aditama, S.Si., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2021-10-06 06:28:00.793044
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.