Artikel Ilmiah : E2A019033 a.n. ARIS DWI ISMANTO

Kembali Update Delete

NIME2A019033
NamamhsARIS DWI ISMANTO
Judul ArtikelEFEKTIVITAS PERAN WALI PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA TERORIS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN SUPER MAXIMUM SECURITY PASIR PUTIH NUSAKAMBANGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)ARIS DWI ISMANTO

ABSTRAK

ARIS DWI ISMANTO, Program Study Magister Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Efektivitas Peran Wali Pemasyarakatan Dalam Pembinaan Narapidana Teroris Di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan, Ketua Dr. Budiyono, S.H., M.Hum, Anggota Dr. Angkasa, S.H., M.Hum, Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pelaksanakan pengamatan bagi narapidana yang menjalani admisi orientasi dilakukan oleh Wali Pemasyarakatan. Berdasarkan Permenkumham RI No: M.02.PK.04.10 Tahun 2007 Tentang Wali Pemasyarakatan, yang dimaksud dengan Wali Pemasyarakatan adalah petugas pemasyarakatan yang melakukan pendampingan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan selama menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan. Penunjukan Wali Pemasyarakatan merupakan salah satu upaya optimalisasi pelaksanaan pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan. Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan yuridis empiris. Penelitian bersifat deskripsi-analitis. Lokasi penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan. Pengumpulan data primer didapatkan dari narasumber yang berjumlah 110 responden, data sekunder dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan logis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan Peran wali pemasyarakatan dalam pembinaan Narapidana Teroris Di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan kurang efektif karena Narapidana masih ada yang Radikal, hal tersebut terbukti dengan prosentase narapidana yang radikal dan tidak radikal. Jumlah Narapidana terorisme 117 orang yang sudah di Profelling 110 orang. Dari hasil Profelling di dapatkan data narapidana yang Radikal 70 orang dan narapidana yang tidak radikal 47 orang, sehingga prosentase jumlah narapidana yang masih radikal adalah 65 %. Kendala yang dihadapi Wali Pemasyarakatan dalam pembinaan Narapidana Teroris Di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan dalam struktur hukum yaitu Sumber Daya Manusia wali sendiri, kurangnya pelatihan dan latar belakang pendidikan tentang agama wali pemasyarakatan, rekrutmen psikolog untuk wali pemasyarakatan, selain itu seorang wali pemasyarakatan juga harus mempunyai pendidikan wawasan kebangsaan karena hal tersebut menjadi faktor utama yang dihadapi wali dalam menjalankan tugasnya karena dalam penanganan terorisme perlu penanganan yang mempunyai keahlian di bidang tersebut.


Kata Kunci : Efektivitas, Narapidana, Peran wali pemasyarakatan, Terorisme
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

ARIS DWI ISMANTO, Master of Law Study Program, Jenderal Soedirman University, Effectiveness of the Role of Correctional Guardians in Guiding Terrorist Convicts at the Super Maximum Security Penitentiary in Pasir Putih Nusakambangan, Chair Dr. Budiyono, S.H., M.Hum, Member of Dr. Angkasa, S.H., M.Hum, The background of the problem in this study is the implementation of observations for prisoners undergoing orientation admissions carried out by the Correctional Guardian. Based on the Regulation of the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No: M.02.PK.04.10 of 2007 concerning Correctional Guardians, what is meant by Correctional Guardians are correctional officers who provide assistance to prisoners and correctional students while undergoing coaching at the Correctional Institution. The appointment of Correctional Guardians is one of the efforts to optimize the implementation of fostering prisoners and correctional students within the Correctional Institution. The research method used is normative juridical with an empirical juridical approach. The research is descriptive-analytical. The research location is the Super Maximum Security Penitentiary in Pasir Putih Nusakambangan. Primary data collection was obtained from resource persons totaling 110 respondents, secondary data from literature study. The data obtained are presented in the form of descriptions that are arranged systematically and logically. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the role of correctional guardians in fostering terrorist convicts at the Super Maximum Security Penitentiary in Pasir Putih Nusakambangan is less effective because there are still radical prisoners, this is proven by the percentage of radical and non-radical inmates. The number of terror convicts is 117 people who have been profiled 110 people. From the results of Profelling, data obtained from prisoners who are Radical 70 people and prisoners who are not radical 47 people, so that the percentage of prisoners who are still radical is 65%. Obstacles faced by correctional guardians in fostering terrorist convicts at the Pasir Putih Nusakambangan Super Maximum Security Penitentiary in the legal structure, namely the guardian's own Human Resources, lack of training and educational background on the religion of correctional guardians, recruitment of psychologists for correctional guardians, in addition to a correctional guardian must also have national insight education because this is the main factor faced by guardians in carrying out their duties because in handling terrorism it is necessary to handle those who have expertise in that field.

Keywords: Effectiveness, Prisoners, Role of Correctional Guardians, Terrorism
Kata kunciEfektivitas, Narapidana, Peran wali pemasyarakatan, Terorisme
Pembimbing 1Dr.Budiyono. S.H.,M.Hum
Pembimbing 2Dr. Angkasa. S.H.,M.Hum
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman126
Tgl. Entri2021-08-31 16:05:00.101867
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.