Artikel Ilmiah : I1A017034 a.n. KICHA NAJMA SARASATI

Kembali Update Delete

NIMI1A017034
NamamhsKICHA NAJMA SARASATI
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELUHAN SUBJEKTIF KELELAHAN MATA PADA PEKERJA BAGIAN GUNTING UNIT CEMPAKA DI PT. ROYAL KORINDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Kelelahan mata merupakan gangguan pengelihatan yang disebabkan oleh penggunaan mata untuk melihat jarak dekat dalam waktu yang lama. Proses gunting bulu mata berisiko menyebabkan kelelahan mata karena mata selalu berakomodasi kuat dan fokus terhadap objek. Tujuan penelitian adalah untuk meneliti faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan subjektif kelelahan mata pada pekerja bagian gunting unit cempaka di PT. Royal Korindah.
Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendeketan cross sectional. Populasi dan sampel adalah seluruh karyawan bagian gunting bulu mata PT. Royal Korindah unit cempaka sebanyak 67 orang (total sampling). Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik.
Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan adalah kelainan refraksi (0,007), jarak mata ke objek (0,000) dan pencahayaan (0,000). Variabel yang tidak berhubungan adalah usia (0,789), riwayat penyakit (0,956) dan masa kerja (0,684). Variabel yang berpengaruh adalah pencahayaan (OR = 8,451) dan jarak mata ke objek (OR = 7,599).
Simpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah pencahayaan dengan (OR = 8,451).
Saran: Bekerja dengan jarak mata ke objek > 30 cm, menambah daya dan jumlah lampu agar intensitas pencahayaan di bagian gunting bulu mata sesuai standar pencahayaan (minimal 300 lux).
Abtrak (Bhs. Inggris)Backgrounds: Eye fatigue is a visual impairment caused by using the eyes to see close distances for a long time. The eyelash cutting process causes eye fatigue because the eye tries to always accommodate strongly and focus on the object. The purpose of this study was to determine the factors that influence subjective complaints of eye fatigue among workers in the cutting section cempaka unit at PT. Royal Korindah.
Methods: This research was observational analytic using cross sectional approach. Population and sample in this research are 67 workers on eyelash cutting section cempaka unit PT. Royal Korindah (with total sampling techniques). Research instrument was interview with questionnaire. Data analysis using chi square test and regression binary logistic test
Result: Variables that have correlation are refraction disorders (0,007), eye distance to object (0,000) and lighting (0,000). Variables that not have correlation are age (0,059), temperature (0,164), and lighting (0,289). Variable that influence are lighting (OR = 8,451) eye distance to object (OR = 7,599).
Conclusion: The most influence variable is lighting (OR = 8,451).
Suggestion: Working with eye to object distance > 30 cm, increase the lighting intensity in the eyelash cutting section is up to standard lighting (minimum 300 lux).
Kata kunciKeluhan subjektif kelelahan mata, pencahayaan, jarak mata ke objek
Pembimbing 1Suryanto, S.KM., M.Sc
Pembimbing 2Damairia Hayu P, S.Kp.G., M.PH
Pembimbing 3Siti Harwanti, S.Kp., M.Kes
Tahun2021
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2021-08-27 10:30:19.469247
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.