Artikel Ilmiah : I1D017002 a.n. KAFINTAN IFFA HANIFA
| NIM | I1D017002 |
|---|---|
| Namamhs | KAFINTAN IFFA HANIFA |
| Judul Artikel | ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA KARANGLEWAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Balita merupakan kelompok rawan kekurangan gizi. Gizi kurang adalah faktor risiko kesakitan dan kematian. Karanglewas merupakan salah satu desa di Kabupaten Banyumas dengan angka kejadian gizi kurang pada balita yang cukup tinggi (28,8%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan berat badan lahir, ASI eksklusif, usia pemberian MP-ASI, status ibu bekerja, dan paritas terhadap kejadian gizi kurang pada balita di Desa Karanglewas. Metodologi: Penelitian dilaksanakan pada Februari-Juni 2021, dengan populasi balita usia 6-59 bulan yang berdomisili di Desa Karanglewas. Metode penelitian case-control study, dengan teknik pengambilan sampel total sampling untuk kelompok kasus (balita gizi kurang) sebanyak 33 balita. Jumlah kelompok kontrol (balita gizi baik) menyesuaikan kelompok kasus dengan kriteria matching usia dan alamat tempat tinggal. Data status gizi, berat badan lahir, ASI eksklusif, usia pemberian MP-ASI, status ibu bekerja, dan paritas dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara kejadian status gizi kurang dengan usia pemberian MP-ASI (p=0,032; OR=0,302), serta tidak ada hubungan antara kejadian gizi kurang dengan berat badan lahir (p=0,566), ASI eksklusif (p=1,000), status ibu bekerja (p=0,032), dan paritas (p=0,592). Kesimpulan: Usia pemberian MP-ASI meningkatkan resiko terhadap kejadian gizi kurang sebesar 0,302. Berat badan lahir, ASI eksklusif, status ibu bekerja, dan paritas bukan faktor risiko kejadian gizi kurang di Desa Karanglewas |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Toddlers are prone to malnutrition. Malnutrition is a risk factor for morbidity and mortality. Karanglewas is one of the villages in Banyumas Regency with a fairly high incidence of malnutrition in toddlers, which is 28.8%. The purpose of this study was to analyze the correlation of birth weight, exclusive breastfeeding, complementary feeding, mothers' employment status, and parity to the incidence of malnutrition in children under five in Karanglewas Village. Methodology: The study was conducted in February-June 2021, with population of children aged 6-59 months who lived in Karanglewas Village. Total sampling technique were used for the case group (toddlers with malnutrition status) as many as 33 toddlers. The number of control group (toddlers with non-malnutrition status) adjusts to the case group according to age matching criteria and residential address. Data of nutritional status, birth weight, exclusive breastfeeding, age of complementary feeding, mothers' employment status, and parity were collected using a questionnaire and analyzed by Chi-square test with 95% confidence level. Results: The results of study showed that there was a correlation between malnutrition and age of complementary feeding (p=0,032; OR=0,302), and there was no correlation between the incidence of malnutrition and birth weight (p=0,566), exclusive breastfeeding (p=1,000), mothers' employment status (p=0,592), and parity (p=0,592). Conclusion: The age of giving complementary feeding increased the risk of malnutrition by 0.302. Birth weight, exclusive breastfeeding, mothers' employment status, and parity are not risk factors for malnutrition in Karanglewas Village. |
| Kata kunci | Balita, Gizi kurang, Usia MP-ASI. |
| Pembimbing 1 | Hesti Permata Sari, S.Gz., M.Gizi |
| Pembimbing 2 | Afina Rahma Sulistyaning, S.Gz., M.Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2021-08-27 09:14:39.771996 |