Artikel Ilmiah : E1A017082 a.n. MAULIDA RAMDANI

Kembali Update Delete

NIME1A017082
NamamhsMAULIDA RAMDANI
Judul ArtikelPERANAN PENYIDIK SEBAGAI SAKSI DALAM PERSIDANGAN PERKARA PIDANA NARKOTIKA (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 935/Pid.Sus/2018/PT MDN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Narkotika di Indonesia pada dasarnya merupakan obat yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan tetapi seringkali disalah gunakan, sehingga dapat mengakibatkan gangguan fisik, mental, sosial, keamanan dan ketertiban masyarakat. Maka penggunaan narkotika harus diawasi dengan baik secara nasional maupun internasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan pembuktian saksi penyidik yang memberikan kesaksian dalam persidangan tindak pidana narkotika dan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap Terdakwa. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data yang digunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian: 1) Kekuatan pembuktian saksi penyidik dalam tindak pidana Narkotika pada putusan Nomor: 935/Pid.Sus/2018/PT MDN, merupakan alat bukti yang sah karena telah memenuhi syarat formil dan materiil, namun tidak mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna, dan bersifat bebas. Nilai pembuktiannya tergantung pada keyakinan hakim sendiri. 2) Pertimbangan hukum hakim dalam Menjatuhkan Putusan Pidana Terhadap Putusan Nomor: 935/Pid.Sus/2018/PT MDN, yakni berdasarkan fakta-fakta bukti yang diajukan di persidangan yang telah memenuhi asas batas minimum pembuktian, hasil pemeriksaan unsur-unsur Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika dan mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan bagi Terdakwa.
Abtrak (Bhs. Inggris)Narcotics in Indonesia is basically a drug that is needed in health services but often misused, so it can lead to physical, mental, social, security and public order disorders. Therefore, the use of narcotics must be monitored both nationally and internationally. The purpose of this study is to find out the evidentiary power of investigative witnesses who give testimony in the trial of narcotics crimes and the legal consideration of the judge in handing down the verdict against the Accused. The research method used in this study is Normative Juridical with descriptive analytical research specifications, a secondary data sources used consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The method of data collection is done by literature studies, the data obtained is presented with narrative text, and the data analysis method is done in a qualitative normative manner. The result of the study: 1) The power of proof of investigative witnesses in narcotics crimes in the verdict Number: 935/Pid.Sus/2018/PT MDN, is a valid evidence tool because it has qualified formil and materiel, but does not have the perfect evidentiary power, and is free. The value of the evidence depends on the judge's own beliefs. 2) Consideration of the judge's law in dropping the criminal verdict against the verdict Number: 935/Pid.Sus/2018/PT MDN, i.e. based on the facts of the evidence presented at the trial that has met the principle of minimum evidentiary limit, the results of examination of elements of Article 114 paragraph (1) of the Narcotics Law and consider the matters that are burdensome and that alleviate for the Accused.
Kata kunciTindak Pidana Narkotika, Peranan Penyidik
Pembimbing 1Handri Wirastuti Sawitri, S.H., M.H.
Pembimbing 2Dessi Perdani Yuris Puspita Sari, S.H., M.H.
Pembimbing 3Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H.
Tahun2021
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2021-08-23 11:48:06.147247
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.