| NIM | I1A017056 |
| Namamhs | NOVITA PUTRI UTAMI |
| Judul Artikel | Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Bantul Tahun 2019
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Analisis spasial sangat diperlukan dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular yang berhubungan dengan kondisi lingkungan, salah satunya adalah penyakit tuberkulosis paru. Tuberkulosis paru perlu mendapatkan perhatian lebih di Kabupaten Bantul karena insidensi kasus yang cenderung meningkat sejak Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan pengelompokan kejadian tuberkulosis paru di Kabupaten Bantul Tahun 2019 berdasarkan analisis spasial. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode studi deskriptif dengan pendekatan ecological study. Subjek penelitian adalah pasien TB BTA+ di puskesmas sebanyak 270 orang. Penggunaan data yaitu data primer dengan mengambil titik koordinat rumah pasien menggunakan GPS serta data sekunder. Analisis overlay dan buffer menggunakan ArcGIS 10.2 dan clustering menggunakan SaTScan 9.7. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan sebaran kasus 18,2% di Kecamatan Banguntapan, responden terbanyak 15-24 tahun 20,4%, laki-laki 55,2%, bekerja sebagai pegawai swasta 20,7%. Analisis spasial menunjukkan kecenderungan kasus di wilayah kepadatan penduduk tinggi 86,2%, persentase rumah sehat sedang 54,9%, penduduk miskin tinggi 75,2%, ketinggian <50 Mdpl 42,9%, jarak >1 Km dari puskesmas 71,1%, dan terdapat 4 cluster sekunder kejadian tuberkulosis paru yang tidak signifikan. Kesimpulan: Dinas Kesehatan dan Puskesmas perlu melakukan pencegahan penularan dan mengoptimalkan kegiatan skrining tuberkulosis paru pada wilayah pengelompokan cluster sekunder. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Spatial analysis is very important for the prevention and control of infectious diseases related to environmental conditions, one of which is pulmonary tuberculosis. Pulmonary tuberculosis in Bantul Regency needs more attention because it tends to increase since 2016. This research aims to describe the distribution and clustering of pulmonary tuberculosis incidence in Bantul Regency 2019 based on spatial analysis. Methods: This research used a descriptive quantitative study with ecological study design. The subjects of this study were 270 pulmonary tuberculosis patients. Data were collected by using GPS for position coordinates as a primary data and secondary data. Overlay and buffer analysis using ArcGIS 10.2 and clustering with SaTScan 9.7. Results: The results showed that the distribution of pulmonary tuberculosis 18,2% cases were found in Banguntapan, 20,4% cases were 15-24 years old, 55,2% cases were male, 20,7% cases were private employees. Spatial analysis showed that distribution of cases were 86,2% in areas with high populati on density, 54,9% in areas with medium healthy house percentage, 75,2% in areas with high number of poor people, 42,9% in low altitude (<50 Mdpl), 71,1% in areas that far from the primary health care (>1 Km), and there were found four secondary clusters of pulmonary tuberculosis that were not significant. Conclusions: District Health Office and Primary Health Care need to prevent the transmission of cases and optimizing pulmonary tuberculosis screening in secondary cluster areas. |
| Kata kunci | Tuberkulosis, Spasial, Kabupaten Bantul |
| Pembimbing 1 | Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, S.KM., M.Kes.(Epid) |
| Pembimbing 2 | Siwi Pramatama Mars Wijayanti, S.Si., M.Kes., Ph.D |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2021-08-23 11:45:09.135074 |
|---|