| NIM | A1C017026 |
| Namamhs | ANDESTA CELYA HARLINA |
| Judul Artikel | Pengaruh Kadar Perekat Molase dan Lama Pengeringan terhadap Proses Pembuatan Biobriket dari Tempurung Kelapa dan Sekam Padi |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Biobriket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan karena menggunakan bahan organik. Limbah yang dapat dimanfaatkan untuk biomassa briket diantaranya limbah pertanian seperti tempurung kelapa dan sekam padi. Briket juga dibuat menggunakan bahan perekat tertentu sebagai bahan pengeras pada briket. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar perekat molase dan lama pengeringan terhadap kualitas pada pembuatan biobriket, dengan penelitian ini berguna untuk mengurangi penggunaan energi untuk dijadikan bahan bakar, mengurangi limbah tempurung kelapa dan sekam padi, dan juga mengetahui kadar perekat molase dan lama pengeringan yang tepat pada pembuatan biobriket. Dalam penelitian ini terdapat 2 faktorial yaitu jumlah kadar perekat molase 30%, 40%, 50% dan lama pengeringan 5 jam, 6 jam, 7 jam dengan kombinasi perlakuan keduanya. Pengujian karakteristik biobriket meliputi nilai kadar air, kadar abu, volatile matter, kerapatan, dan laju pembakaran. Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan standar mutu briket Indonesia. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kadar perekat molase dan lama pengeringan yang tepat adalah sampel K1W3 dengan kadar perekat 30% dan lama pengeringan 7 jam karena nilai kadar air yang terendah dan juga pada menghasilkan briket yang baik dan tahan lama pada saat pembakaran briket. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Biobriquette is an alternative fuel that is environmentally friendly because it uses organic materials. Wastes that can be used for biomass briquettes include agricultural wastes such as coconut shells and rice husks. Briquettes are also made using certain adhesives as a hardener in briquettes. The purpose of this study was to determine the effect of molasses adhesive content and drying time on the quality of biobriquette manufacture, with this study useful for reducing energy use to be used as fuel, reducing coconut shell and rice husk waste, and also knowing the molasses adhesive content and drying time required. appropriate for the manufacture of biobriquettes. In this study, there were 2 factorials, namely the amount of molasses adhesive content of 30%, 40%, 50% and drying time of 5 hours, 6 hours, 7 hours with a combination of both treatments. Testing the characteristics of biobriquettes includes the value of water content, ash content, volatile matter, density, and combustion rate. Parameters used as reference are in accordance with Indonesian briquette quality standards. From the results of the research, it is known that the molasses adhesive content and the appropriate drying time are K1W3 samples with an adhesive content of 30% and a drying time of 7 hours because of the lowest water content value and also produces good and durable briquettes when burning briquettes. |
| Kata kunci | Biobriket, molase, tempurung kelapa, sekam padi. |
| Pembimbing 1 | Ropiudin, S.TP., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2021-08-20 23:46:09.609447 |
|---|