| NIM | A1A116016 |
| Namamhs | VIRDA IMKHATUL MUNA |
| Judul Artikel | ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kecamatan Sumbang merupakan salah satu daerah yang berada di Kabupaten Banyumas yang dikenal sebagai penghasil sayuran hortikultura salah satunya yaitu cabai merah. Meski bernilai ekonomis tinggi cabai merah merupakan salah satu komditas pertanian yang memeiliki risiko usahatani, salah satunya risiko produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui biaya dan pendapatan usahatani cabai merah, (2) mengetahui seberapa besar tingkat risiko yang dihadapi petani cabai merah, dan (3) mnegetahui strategi petani dalam menghadapi risiko usahtani cabai merah. Model analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis risiko (koefisien variasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata biaya usahatani cabai merah sebesar Rp7.323115, sedangkan rata-rata total penerimaan sebesar Rp18.312.966 sehingga diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp10.989.852. Tingkat risiko produksi yang dihadapi petani cabai merah di Kecamatan Sumbang sebesar 109,7 persen maka risiko yang dihadapi petani adalah tinggi. Strategi pengelolaan ex-ante dilakukan dengan melakukan diversifikasi tanaman. Strategi pengelolaan interaktif dilakukan oleh petani adalah melakukan penyulaman apabila ada tanaman yang mati, jarak tanam sesuai anjuran, penggunaan pupuk tidak berbeda jenis tetapi beda volumenya baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Strategi ex-post dilakukan dengan meminjam uang dari kerabat dekat dan tengkulak.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sumbang Subdistrict is one of the areas in Banyumas Regency which is known as a producer of horticultural vegetables, one of which is red chili. Despite the high economic value, red chili is one of the agricultural commodities that has farming risks, one of which is production risk. The objectives of this study were (1) to determine the costs and income of red chili farming, (2) to determine the level of risk faced by red chili farmers, and (3) to determine the farmers' strategies in dealing with the risks of red chili farming. The analysis model uses descriptive analysis and risk analysis (coefficient of variation). The results showed that the average red chili farming cost was Rp. 7,323115, while the average total revenue was Rp. 18.312.966 so that the average income. The level of production risk faced by red chili farmers in Contributing District is 109,7persen, the risk faced by farmers is high. The ex-ante management strategy is carried out by diversifying plants. The interactive management strategy carried out by farmers is to do embroidery if there are dead plants, plant spacing as recommended, the use of fertilizers is not different in type but different in volume both in the rainy season and dry season. The ex-post strategy is carried out by borrowing money from close relatives and middlemen. |
| Kata kunci | usahatani cabai merah, risiko produksi, strategi manajeman risiko |
| Pembimbing 1 | Ir. Agus Sutanto, M.P |
| Pembimbing 2 | Ratna Satriani, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2021-08-20 08:24:08.654969 |
|---|