Artikel Ilmiah : B1A017034 a.n. DEYANA ROSE SHINTA

Kembali Update Delete

NIMB1A017034
NamamhsDEYANA ROSE SHINTA
Judul ArtikelFitoremediasi Menggunakan Kayu Apu (Pistia stratiotes) Dalam Meningkatkan Jumlah Helai Daun Dan Bobot Basah
Abstrak (Bhs. Indonesia)Industri tekstil merupakan salah satu industri yang berkembang pesat dan memegang peranan yang cukup penting. Seiring dengan berkembangnya industri tekstil, maka akan dihasilkan pula limbah yang melimpah. Limbah tekstil mengandung sumber pencemar yang sulit terdegradasi secara alami, yaitu bahan anorganik seperti logam Zn, Cu, Pb, Cd, dan Cr yang berbahaya bagi organisme perairan. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak negatif dari logam berat perlu dilakukan metode pengolahan limbah, misalnya fitoremediasi. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah kayu apu (Pistia stratiotes).
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persen luas penutupan, lama waktu pemaparan, dan interaksi keduanya dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman, serta untuk menentukan persen luas penutupan, lama waktu pemaparan, dan interaksi keduanya yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen luas penutupan dan waktu pemaparan mampu meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman, namun interaksi keduanya hanya mampu meningkatkan jumlah helai daun. Persen luas penutupan 100% merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman. Waktu pemaparan 9 hari merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman Interaksi penutupan 75% dengan waktu pemaparan 9 hari merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun.
Abtrak (Bhs. Inggris)The textile industry is one of the fastest growing industries and has an important role. Along with the development of the textile industry, it will also produce abundant waste. Textile waste contains sources of pollutants that are difficult to degrade naturally, namely inorganic materials such as Zn, Cu, Pb, Cd, and Cr metals which are harmful to aquatic organisms. Therefore, to reduce the negative impact of heavy metals, it is necessary to use waste treatment methods, such as phytoremediation. One of the plants that can be used is water lettuce (Pistia stratiotes).
The purpose of this research was to determine the effect of percent cover area, duration of exposure, and their interaction in increasing the number of leaves and plant wet weight, as well as to determine the percent cover area, duration of exposure, and the best interaction between the two in increasing the number of leaves and plant wet weight. The results showed that the percentage of cover area and exposure time were able to increase the number of leaves and plant wet weight, but the interaction of the two was only able to increase the number of leaves. Percentage area of 100% coverage is the best in increasing the number of leaves and plant wet weight. The exposure time of 9 days was the best in increasing the number of leaves and plant wet weight. The interaction of 75% closure with an exposure time of 9 days was the best in increasing the number of leaves.
Kata kuncifitoremediasi; kayu apu; limbah cair tekstil
Pembimbing 1Drs. Slamet Santoso S.P., M.S.
Pembimbing 2Dr. Elly Proklamasiningsih, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2021-08-16 12:38:49.193825
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.