| NIM | A1A017069 |
| Namamhs | AYUNINA ZENTI |
| Judul Artikel | Analisis Daya Saing Ekspor Cengkeh (Syzygium aromaticum) Indonesia di Pasar Internasional |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Subsektor perkebunan berperan bagi perekonomian nasional. Cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan, sehingga Indonesia memiliki potensi sebagai negara pengekspor cengkeh. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis struktur pasar negara eksportir cengkeh terbesar di pasar internasional, 2) menganalisis apakah cengkeh Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar internasional, 3) menganalisis apakah cengkeh Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di pasar internasional dan 4) menganalisis posisi Indonesia sebagai negara importir atau eksportir cengkeh di pasar internasional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data sekunder dengan metode pengambilan data menggunakan metode dokumentasi yang berasal dari instansi pemerintah dan badan intenasional terkait dalam runtut waktu tahun 2010-2019. Data sekunder diolah menggunakan Software Microsoft Excel 2010. Komoditas dalam penelitian ini yaitu cengkeh dengan kode HS 0907 (utuh, bunga dan tangkai). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021. Metode analisis yang digunakan yaitu Herfindahl Index (HI) dan Consentration Ratio (CR), Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil analisis HI dan CR menunjukkan struktur pasar ekspor cengkeh di pasar internasional yaitu berbentuk oligopoli yang dipegang oleh empat negara eksportir utama: Madagaskar, Singapura, Indonesia dan Sri Lanka. Analisis RCA dan RSCA menunjukkan negara eksportir cengkeh (Madagaskar, Singapura, Indonesia dan Comoros) memiliki daya saing secara komparatif dalam perdagangan di pasar internasional. Hasil estimasi nilai EPD pada produk cengkeh Indonesia di pasar Internasional maupun di negara tujuan ekspor utama yaitu India, Singapura dan Arab Saudi selama periode 2010-2019 berada pada posisi Falling Star. Artinya, cengkeh Indonesia di pasar internasional dan tiga negara tujuan ekspor utama (India, Singapura, Arab Saudi) menunjukkan adanya pertumbuhan pangsa pasar ekspor yang positif dan diikuti dengan penurunan permintaan ekspor. Walaupun pangsa pasar produk Indonesia cenderung terjadi penurunan selama periode 2010-2019, namun cengkeh Indonesia di pasar tersebut memiliki keunggulan kompetitif terhadap pertumbuhan pangsa pasar ekspor karena hasil rata-rata pertumbuhan pangsa pasar ekspor yang bernilai positif. Hasil analisis ISP cengkeh Indonesia memiliki nilai rata-tata sebesar 0,185, artinya Indonesia cenderung sebagai negara pengekspor cengkeh dan memiliki daya saing serta berada dalam tahapan pertumbuhan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The plantation sub-sector has a role in national economy. Clove is one of the leading commodities of the plantation sub-sector, so Indonesia has the potential as exporter country of this comodity. The purpose of this research are: 1) analyze the market structure of the largest cloves exporter in the international market, 2) analyze whether Indonesian cloves have a comparative advantage in the international market, 3) analyze whether Indonesian cloves have a competitive advantage in the international market and 4) analyze Indonesia's position as an importing or exporters country of clove in the international market. This research is a quantitative-descriptive research with a case study method. The type of data in this study is secondary data with the data collection method using documentation method originating from relevant international agencies and government agencies regarding Indonesian clove export data in the form of time series from 2010-2019. Secondary data was processed using software Microsoft Excel 2010. The commodity in this study was cloves with HS code 0907 (whole, flower and stalk). The study was carried out in February-March 2021. The analysis method are used Herfindahl Index (HI) and Concentration Ratio (CR), Revealed Comparative Advantage (RCA) and Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD) and Trade Specialization Index (ISP). The results of the HI and CR analysis show that the clove export market structure in the international market is in the form of an oligopoly held by four major exporting countries: Madagascar, Singapore, Indonesia and Sri Lanka. RCA and RSCA analysis show that clove exporting countries (Madagascar, Singapore, Indonesia and Comoros) have a comparative advantage over cloves and competitive in international trade. The results of the estimation of the EPD value of Indonesian clove products in the international market and in the main export destination countries; India, Singapore and Saudi Arabia during the 2010-2019 are in the Falling Star position. This means that Indonesian cloves in international market and the three main export destination countries (India, Singapore, Saudi Arabia) show a positive growth in export market share followed by a decline in export demand. Although the market share of Indonesian clove products tends decline during the 2010-2019, Indonesian cloves in this market have a competitive advantage because the EPD calculation results of an average export market share is positive. The results of ISP analysis have an average value of 0.185, meaning that Indonesia tends to be a clove exporting country and has competitiveness and in the growth stage. |
| Kata kunci | Ekspor, Cengkeh, Struktur Pasar, Daya Saing. |
| Pembimbing 1 | Ratna Satriani, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Ir. Adwi Herry K.E, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2021-08-15 00:47:43.307695 |
|---|