| NIM | F1C017013 |
| Namamhs | RENA MALLINDA PURWANA |
| Judul Artikel | POLA KOMUNIKASI KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP KONSEP DIRI ANAK DI DESA TELUKAGUNG KECAMATAN INDRAMAYU KABUPATEN INDRAMAYU |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Broken home merupakan kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan selayaknya keluarga yang damai, rukun dan sejahtera. Keluarga memegang peranan penting dalam perkembangan konsep diri anak. Keluarga broken home cenderung memiliki pola komunikasi yang tidak maksimal dikarenakan pola asuh tunggal yang mengakibatkan perkembangan diri anak banyak dipengaruhi faktor sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi keluarga broken home yang dipengaruhi konstruksi sosial terhadap konsep diri anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam (In-depth Interview) untuk menggambarkan bagaimana komunikasi antar pribadi yang terjalin antara orang tua dan anak bisa memicu perkembangan anak dalam membentuk konsep diri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi anak broken home yang diasuh oleh ayah cenderung memiliki pola komunikasi yang lancar dikarenakan sikap ayah yang perhatian, sedangkan anak broken home yang diasuh oleh ibu dan neneknya cenderung kurang lancar dikarenakan kesibukan ibu yang menafkahi anak-anaknya seorang diri dan nenek yang terlampau usia yang cukup jauh. Meskipun terdapat pola komunikasi yang lancar dalam beberapa aspek, pola asuh tunggal mengakibatkan pola komunikasi orang tua tidak maksimal dan menyebabkan peran konstruksi sosial yang tinggi dan cenderung membuat anak broken home memiliki konsep diri negatif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Broken home is a family condition that is not harmonious and does not work like a peaceful and prosperous family. The family plays an important role in the development of a child's self-concept. Broken home families tend to have communication patterns that are not optimal due to a single parenting pattern which results in a child's self-development being influenced by many social factors. The purpose of this study was to determine the family communication of broken home that were influenced by social construction on children's self-concepts. This study uses descriptive qualitative research methods with in-depth interviews to describe how interpersonal communication that exists between parents and children can trigger children's development in forming self-concepts. The results of this study indicate that the communication patterns of broken home children who are raised by fathers tend to have smooth communication patterns due to the caring attitude of fathers, while broken home children who are raised by their mothers and grandmothers tend to be less fluent due to busy mothers who support their children alone and grandmother who is too far away. Although there is a smooth communication pattern in several aspects, single parenting causes parents' communication patterns to be not optimal and causes a high social construction role and tends to make broken home children have negative self-concepts. |
| Kata kunci | Broken Home, Family Communication, Self Concept, Social Construction. |
| Pembimbing 1 | Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Wisnu Widjanarko, M.Si., MIPR., CPR. |
| Pembimbing 3 | Drs. Chusmeru, M.Si. |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2021-08-09 21:13:35.431369 |
|---|