| NIM | D1A017168 |
| Namamhs | HISYAM ANDRIAN |
| Judul Artikel | Suplementasi Bawang Putih (Allium sativum) dan Mineral Organik Pada Pakan Kambing Perah Terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik pada pakan terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar. Materi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 4 ekor kambing Saanen Peranakan Ettawa (sapera). Pakan yang diberikan terdiri atas 70% silase tebon jagung, 30% ampas tahu, 250 ppm bawang putih, 0,3 ppm Selenium, 1,5 ppm Cromium, 40 ppm Zn-lysinate, 30 mg/kg BK monensin serta pemberian air minum. Pakan yang diberikan sebanyak 3% dalam bentuk bahan kering. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen secara in vivo dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL). Perlakuan yang diuji R0 (Pakan basal), R1 (Pakan basal + Monensin 30 mg/kg BK), R2 (Pakan basal + 250 ppm bawang putih (1,7% allicin), R3 (Pakan basal + Mineral Organik (0,3 ppm Se+1,5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate)) dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar. Kesimpulannya, suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik dalam pakan tidak meningkatkan kecernaan serat kasar maupun protein kasar |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aims to study the effect of garlic (Allium sativum) supplementation and organic minerals in feed on crude fiber and crude protein digestibility. Materials was used on this research were 4 dairy goats of the Saanen Peranakan Ettawa (Sapera). The feed consisting were 70% corn straw silage, 30% tofu waste, garlic powder 250 ppm, selenium 0.3 ppm, cromium 1.5 ppm, Zn-lysinate 40 ppm, monensin 30 mg/kg dry matter and the addition water. The feed was given as much as 3% (in dry matter) of body weight. The research method was used an experiment in vivo with a Latin Square Design (LSD). The treatment consisted of R0 (basal feed), R1 (basal feed + Monensin 30 mg/kg DM), R2 (basal feed + garlic powder 250 ppm (1.7% allicin), R3 (basal feed + Organic minerals (0.3 ppm Se+1.5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate)) with 4 repetions. The result showed that the treatment had no significant effect (P > 0.05) on crude fiber digestible and crude protein digestible. In conclusion, the supplementation of garlic powder (Allium sativum) and organic minerals in feed is not increasing the digestibility of fiber and crude protein. |
| Kata kunci | Bawang putih, mineral organik, kecernaan, serat kasar, protein kasar. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Caribu Hadi Prayitno, M.P |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Munasik, M.P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2021-08-05 11:24:56.273153 |
|---|